Kinerja ALMI Terpukul Kondisi Perekonomian Global
Rabu, 26 Agustus 2020 - 03:25 WIB
(kiri-kanan) Director PT. Indal Aluminium Industry Tbk Cahyadi Salim, Director PT. Indal Aluminium Industry Tbk Alim Prakasa, President Director PT. Indal Aluminium Industry Tbk Alim Markus, President Commissioner PT. Indal Aluminium Industry Tbk Welly Muliawan dan Director PT. Indal Aluminium Industry Tbk Wibowo Suryadinata, memaparkan kinerja PT Amuminindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) dalam Paparan Publik bersamaan dengan PT Indal Aluminium Industry Tbk, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/8/2020). Sepanjang tahun 2019, ALMI membukukan penjualan bersih sebesar Rp. 2,2 triliun. Terjadi penurunan Rp. 2,2 triliun atau hampir separuh dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp. 4,4 triliun.
Penurunan tersebut mengakibatkan ALMI mencatat kerugian periode berjalan sebesar Rp. 298,8 milyar dibandingkan laba bersih periode berjalan ditahun 2018 sebesar Rp. 6,5 milyar. Kinerja di tahun 2019 sangat terkait dengan pembatalan pesanan ekspor dari pembeli terbesar perseroan di pasar utama Amerika Serikat sebagai dampak negatif berkelanjutan perang dagang AS-China.
Namun ALMI tetap mendapatkan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali atas kelangsungan dukungan perbankan sepanjang periode yang tidak kondusif tersebut. Hingga pertengahan tahun, penjualan ALMI masih mengalami tekanan dan hanya tercatat 28,2 persen pencapaian Semester 1 2019. Perang dagang AS - China dan adanya pendemi COVID-19 memperburuk kondisi perekonomian Amerika Serikat dan juga semakin meluas ke negara tujuan ekspor alternatif ALMI.
Saat ini manajemen ALMI sedang mengupayakan reposisi pasar, dengan lebih meningkakan perjualan ke pasar domestik, melakukan pengendalian biaya, meningkatkatkan produktifitas dan menjajaki kerjasama dengan mitra strategis, disamping upaya perbaikan struktur permodalan untuk menjaga keinambungan operasi perseroan ditengah kondisi Pandemi global.
Penurunan tersebut mengakibatkan ALMI mencatat kerugian periode berjalan sebesar Rp. 298,8 milyar dibandingkan laba bersih periode berjalan ditahun 2018 sebesar Rp. 6,5 milyar. Kinerja di tahun 2019 sangat terkait dengan pembatalan pesanan ekspor dari pembeli terbesar perseroan di pasar utama Amerika Serikat sebagai dampak negatif berkelanjutan perang dagang AS-China.
Namun ALMI tetap mendapatkan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali atas kelangsungan dukungan perbankan sepanjang periode yang tidak kondusif tersebut. Hingga pertengahan tahun, penjualan ALMI masih mengalami tekanan dan hanya tercatat 28,2 persen pencapaian Semester 1 2019. Perang dagang AS - China dan adanya pendemi COVID-19 memperburuk kondisi perekonomian Amerika Serikat dan juga semakin meluas ke negara tujuan ekspor alternatif ALMI.
Saat ini manajemen ALMI sedang mengupayakan reposisi pasar, dengan lebih meningkakan perjualan ke pasar domestik, melakukan pengendalian biaya, meningkatkatkan produktifitas dan menjajaki kerjasama dengan mitra strategis, disamping upaya perbaikan struktur permodalan untuk menjaga keinambungan operasi perseroan ditengah kondisi Pandemi global.
(sra)