alexametrics

Festival Budaya Raja Ampat

  • Anak-anak diberi pengenalan jumlah pulau di Raja Ampat menggunakan tali.
  • Seni ukir kayu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Raja Ampat yang telah turun-temurun.
  • Uang kertas dua setengah rupiah bertuliskan Irian Barat, yaitu pecahan uang yang pertama kali digunakan pada tahun 1961 untuk bertransaksi, turut dipamerkan dalam festival tahunan ini.
  • Anak-anak Kepulauan Raja Ampat mengamati Kapal Laut Kalabia, kapal yang dirancang untuk program pendidikan konservasi bagi anak-anak dan orang dewasa di Kepulauan Raja Ampat.
  • Tarian kepala suku saat memimpin karnaval di Pantai Waisai tanda dibukanya festival bahari ini.
  • Alunan suling musik khas Papua turut memeriahkan pembukaan festival tahunan ini.
  • Masyarakat Raja Ampat menari dan mengalunkan suling tambur saat pembukaan Festival Budaya Raja Ampat di Pantai Waisai 18?21 Oktober 2012 dengan tema ?Jelajah Raja Ampat?.

Festival Budaya Raja Ampat kembali digelar di Pantai Waisai Tercinta (WTC) Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 18–21 Oktober lalu. Warga dari perkumpulan kampung dan pelajar turut memberikan hiburan di sepanjang Pantai Waisai dengan alunan musik khas Raja Ampat, tambur dan seruling. Begitu pula warga dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misol, Batanta, Salawati, serta pulau-pulau kecil lainnya juga ikut terlibat dalam festival ini. Meningkatnya kunjungan turis asing hingga 103% pada tahun ini menunjukkan keberadaan Raja Ampat sebagai objek wisata kelas dunia sudah terkenal, tetapi keterlibatan masyarakat lokal masih perlu terus ditingkatkan.

()
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak