Jendela Lantai 22 Wisma Atlet Saksi Kejenuhanku

  • Panas dan hujan tidak membuat semangat para tenaga medis dan relawan lainnya mundur dari tugas kemanusiaan di RSDC Kemayoran. Jendela lantai 22 tower 4 membawa saya menjadi saksi bagaimana perjuangan mereka di kala hujan deras di pagi hari sekalipun. Terima kasih!
  • Zona Merah, zona terlarang bagi orang-orang sehat tanpa APD untuk melintasi kawasan ini.
  • Berpuluh-puluh pasang pelindung langkah para pahlawan pandemi juga butuh disterilisasi. Terinjak adalah hal sepele, bahkan tak selaras dengan pasangannya pun tidak membuat sepatu-sepatu itu gentar menemani dan melindungi para pahlawan berhazmat putih.
  • Panah mengarah ke gerbang yang menjadi tujuan semua pasien positif RSDC. Yak! panah mengarah ke jalan pulang, pulang ke rumah saat pasien dinyatakan sudah negatif dan sembuh.
  • Jenuh bukan cuma milik pasien. Sekadar melihat dan mendokumentasikan pertandingan bola voli di setiap sore pun menjadi hiburan bagi semua penghuni RSDC Wisma Atlet Kemayoran.
  • Refleksi. Banyak yang bilang tempat karantina yang disebut RSDC ini adalah tempat merefleksikan diri, merenung, dan beristirahat. Untuk segera pulih dan kembali ke pelukan keluarga di rumah.

Sebelas hari bukan waktu yang pendek buatku. Apalagi harus berdiam di satu ruangan dengan aktivitas yang sangat dibatasi.

Di lantai 22 Tower 4 Wisma Atlet itulah aku menghabiskan waktu. Tak ada yang bisa aku kerjakan untuk membuang jenuhku, kecuali memandang jauh melalui jendela.

Pemandangan manusia-manusia ber-APD membuatku kuat dan terus semangat. Karena selain aku, ada banyak orang yang perjuangannya lebih berat.

Khairil Walid, Jakarta

#SayaPositifCovid19

#PakaiMaskermu

#DiRumahSaja

#MerekaTelahPergi

#KenormalanBaru

#VaksinDatang

#KamiSudahVaksin

https://photo.sindonews.com/view/10234/yuk-berbagi-kenangan-covid-19-di-galeri-sindonews

(rat)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top