Indahnya Ramadhan Bisa Kembali ke Masjid

  • Lampu warna-warni menghiasi masjid terbesar di Asia Tenggara saat kembali dibuka untuk umum dan melaksanakan Shalat Tarawih 1 Ramadan 1442 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (12/4) malam. Masjid yang mampu menampung 200.000 jamah ini kembali dibuka dan diperbolehkan melaksanakan shalat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan kapasitas yang diperbolehkan hanya 2.000 jamaah.
  • Umat muslim menunggu waktu berbuka puasa dengan membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta.
  • Seorang warga membaca Al-Quran menunggu waktu shalat di Masjid Istiqlal, Jakarta.
  • Pelaksanaan shalat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di masa pandemi.
  • Sejumlah jamaah melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid Istiqlal.
  • Sejumlah umat muslim berbuka puasa bersama di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta.

Ramadhan tahun ini umat muslim diperbolehkan melaksanakan shalat berjamaah di masjid dan mushala, baik shalat fardu, shalat tarawih termasuk tadarus dan pengajian-pengajian dengan syarat disiplin protokol kesehatan untuk menekan laju penularan virus Korona yang telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Kebahagiaan kembali dipertemukan pada Ramadhan tahun ini juga dibarengi dengan rasa syukur atas kembali dibukanya Masjid Istiqlal untuk umum setelah setahun melakukan renovasi besar-besaran serta meniadakan kegiatan ibadah akibat pandemi. Akhirnya umat muslim bisa melaksanakan Shalat Tarawih 1 Ramadhan 1442 Hijriah setelah pemerintah menetapkan awal puasa pada Selasa (13/4) lalu.

Menurut para petugas Masjid Istiqlal Shalat Tarawih pertama di ikuti sekitar 500 orang, kapasitas yang dibuka selama Ramadhan hanya memperbolehkan 2.000 jamaah. Kegiatan ibadah yang diperbolehkan juga hanya untuk shalat lima waktu dan Shalat Tarawih, kegiatan lainnya seperti buka puasa dan sahur tidak dilaksanakan di mesjid yang menjadi kebanggaan negeri.

Meski dengan adanya pembatasan dan segala sesuatunya dilakukan terbatas dengan membatasi jumlah jamaah hanya 50 persen dari kapasitas masjid/mushala dan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter antar jamaah dan membawa sajadah/mukenah dari rumah masing-masing untuk wilayah zona oranye dan hijau Ramadhan kali ini lebih Indah. Sedangkan untuk wilayah zona merah tidak disarankan untuk beribadah di masjid karena risiko penularan yang masih tinggi.

Pandemi tahun pertama memaksa umat melaksanakan segala sesuatunya di rumah, shalat tarawih dan shalat idul fitri dirumah bahkan mudik juga dilarang. Tahun ini meski ada pembatasan dengan penerapan protokol kesehatan kebahagiaan dan semarak Ramadhan mulai terasa kembali memenuhi masjid-masjid dan mushala. Selamat menjalankan ibadah bulan suci ramadhan, Marhaban ya Ramadhan bulan suci penuh berkah.

FOTO DAN TEKS KORAN SINDO/YULIANTO

(bon)
Top