Masjid Peneleh Surabaya, Warisan Luhur Sunan Ampel Penyangga Keimanan Umat

  • Masjid dengan arsitektur kuno ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Pahlawan. Tidak ada literatur pasti mengenai sejarah berdirinya Masjid Peneneh atau Masjid Jami Peneleh.
  • Ketua takmir Masjid Jami Peneleh, Sofyan, mengatakan berdasarkan cerita turun temurun, Masjid Peneleh merupakan salah satu Masjid peninggalan Raden Rahmat atau Sunan Ampel, selain Masjid Rahmad dan Masjid Ampel sendiri.
  • Masjid yang dibangun sekitar abad ke 18 atau 1430 Masehi tersebut sebagai salah satu metode penyebaran agama Islam di perkampungan Peneneh yang saat itu masyarakatnya beragam dan hidup damai.
  • Masjid seluas 999 meter persegi ini memiliki 10 tiang kayu jati yang menjulang tinggi menyambung bagian langit-langit masjid.
  • Sepuluh tiang utama penyangga atap ini disebut Soko Guru yang melambangkan 10 malaikat Allah. Jika diperhatikan, arsitektur Masjid menyerupai perahu terbalik.
  • Kini, keberadaan Masjid ditengah perkampungan padat penduduk ini menjadi penyangga keimanan umat Islam ditengah gempuran hedonisme masyarakat urban. Setiap hari, Masjid selalu ramai aktifitas belajar mengajar keagamaan.
  • Masjid Peneleh berdiri kokoh di Jalan Peneleh Gang V Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/4/2021).

Masjid Peneleh berdiri kokoh di Jalan Peneleh Gang V Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/4/2021). Masjid dengan arsitektur kuno ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Pahlawan. Tidak ada literatur pasti mengenai sejarah berdirinya Masjid Peneneh atau Masjid Jami Peneleh.

Ketua takmir Masjid Jami Peneleh, Sofyan, mengatakan berdasarkan cerita turun temurun, Masjid Peneleh merupakan salah satu Masjid peninggalan Raden Rahmat atau Sunan Ampel, selain Masjid Rahmad dan Masjid Ampel sendiri. Masjid yang dibangun sekitar abad ke 18 atau 1430 Masehi tersebut sebagai salah satu metode penyebaran agama Islam di perkampungan Peneneh yang saat itu masyarakatnya beragam dan hidup damai.

Masjid seluas 999 meter persegi ini memiliki 10 tiang kayu jati yang menjulang tinggi menyambung bagian langit-langit masjid. Sepuluh tiang utama penyangga atap ini disebut Soko Guru yang melambangkan 10 malaikat Allah. Jika diperhatikan, arsitektur Masjid menyerupai perahu terbalik.

Kini, keberadaan Masjid ditengah perkampungan padat penduduk ini menjadi penyangga keimanan umat Islam ditengah gempuran hedonisme masyarakat urban. Setiap hari, Masjid selalu ramai aktifitas belajar mengajar keagamaan.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top