Hadapi Jalan Buntu, Besut Mengadu Pada Patung Joko Dolog

  • Besut atau rakyat jelata melilitkan kain putih ke Patung Joko Dolog ketika aksi performance art di Arca Joko Dolog kawasan Jl. Taman Apsari, Surabaya, Jawa Timur.
  • Performance art bertajuk Polah Tanpo Aran yang dibawakan oleh seniman Meimura tersebut sebagai gambaran bahwa saat ini rakyat jelata sudah dihadapkan pada jalan buntu, sehingga hanya bisa mengadu batu.
  • Meimura mengatakan, amburadulnya kebijakan pemerintah serta dampak wabah corona yang berkepanjangan membuat rakyat makin terjepit.
  • Angin segar tatanan kehidupan baru yang dihembuskan dimasa pandemi Covid-19 juga belum sepenuhnya menjadi jalan lurus untuk membangkitkan kembali gairah masyarakat.
  • Aksi ini sekaligus bentuk kekecewaan Besut terhadap merebaknya Covid-19 di sejumlah daerah, terutama di Bangkalan Madura.
  • Besut menilai, ketaatan protokol kesehatan masyarakat selama merantau di Surabaya menjadi lalai ketika pulang ke kampung halaman, menjadi awal mula ganasnya wabah Covid-19.
  • Besut atau rakyat jelata melilitkan kain putih ke Patung Joko Dolog ketika aksi performance art di Arca Joko Dolog kawasan Jl. Taman Apsari, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/6/2021).

Besut atau rakyat jelata melilitkan kain putih ke Patung Joko Dolog ketika aksi performance art di Arca Joko Dolog kawasan Jl. Taman Apsari, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/6/2021). Performance art bertajuk "Polah Tanpo Aran" yang dibawakan oleh seniman Meimura tersebut sebagai gambaran bahwa saat ini rakyat jelata sudah dihadapkan pada jalan buntu, sehingga hanya bisa mengadu batu.

Meimura mengatakan, amburadulnya kebijakan pemerintah serta dampak wabah corona yang berkepanjangan membuat rakyat makin terjepit. Angin segar tatanan kehidupan baru yang dihembuskan dimasa pandemi Covid-19 juga belum sepenuhnya menjadi jalan lurus untuk membangkitkan kembali gairah masyarakat.

Aksi ini sekaligus bentuk kekecewaan Besut terhadap merebaknya Covid-19 di sejumlah daerah, terutama di Bangkalan Madura. Besut menilai, ketaatan protokol kesehatan masyarakat selama merantau di Surabaya menjadi lalai ketika pulang ke kampung halaman, menjadi awal mula ganasnya wabah Covid-19.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top