Komunitas Pecinta Alam Tanam Pohon Sapu Tangan

  • Aktivis lingkungan dari Rumah Komunitas Pecinta Alam Se-Nusantara (R-Kompas) menanam pohon sapu tangan di kawasan konservasi Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya.
  • Penanaman pohon sapu tangan tersebut sebagai upaya untuk menjaga sumber air serta untuk mengurangi polusi kota Surabaya yang semakin mengkawatirkan.
  • Ketua R-Kompas, Tito Puspita Wibowo, mengatakan kegiatan sukarela ini sekaligus untuk memotivasi komunitas pecinta alam lain agar bersama-sama menjaga lingkungan sekitar.
  • Pola pikir pecinta alam yang selalu ke gunung sudah waktunya berubah dengan memperhatikan lingkungan terdekat agar memberi manfaat bagi masa depan kehidupan.
  • Pohon sapu tangan berasal dari kepulauan Maluku dan Papua. Pohon ini berfungsi sebagai pelindung, mampu menyerap polutan seperti CO. Daun, bunga, kulit akar dan kulit batang mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antibakteri. Inti batang kayu berwarna coklat atau merah coklat, untuk warna kuning hingga kemerahan pada pewarnaan wool atau sutera.
  • Aktivis lingkungan dari Rumah Komunitas Pecinta Alam Se-Nusantara (R-Kompas) menanam pohon sapu tangan di kawasan konservasi Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/6/2021).

Aktivis lingkungan dari Rumah Komunitas Pecinta Alam Se-Nusantara (R-Kompas) menanam pohon sapu tangan di kawasan konservasi Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/6/2021). Penanaman pohon sapu tangan tersebut sebagai upaya untuk menjaga sumber air serta untuk mengurangi polusi kota Surabaya yang semakin mengkawatirkan.

Ketua R-Kompas, Tito Puspita Wibowo, mengatakan kegiatan sukarela ini sekaligus untuk memotivasi komunitas pecinta alam lain agar bersama-sama menjaga lingkungan sekitar. Pola pikir pecinta alam yang selalu ke gunung sudah waktunya berubah dengan memperhatikan lingkungan terdekat agar memberi manfaat bagi masa depan kehidupan.

Pohon sapu tangan berasal dari kepulauan Maluku dan Papua. Pohon ini berfungsi sebagai pelindung, mampu menyerap polutan seperti CO. Daun, bunga, kulit akar dan kulit batang mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antibakteri. Inti batang kayu berwarna coklat atau merah coklat, untuk warna kuning hingga kemerahan pada pewarnaan wool atau sutera.

(sra)
Top