Indonesia Tempati Peringkat III Pada Kejuaraan Dunia Horseback Arcehry di Iran

  • Indonesia yang diwakili Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) berhasil meraih peringkat III pada Kejuaraan Panahan Berkuda Dunia, The 2nd Silk Road Cup & The 16th World Horseback Archery Championship, 18-21 September 2021 di Tehran, Iran.
  • Kejuaraan diikuti oleh 13 negara anggota organisasi panahan berkuda dunia World Horseback Archery Federation (WHAF). Dalam kompetisi ini dipertandingkan 3 kategori: Korean Serial WHAF, Qabaq WHAF dan Fast Horse WHAF.
  • Pada kejuaraan dunia Horseback Archery ke-16 yang digelar sejak pertama 2004 di Korea itu, Indonesia dengan pemanah berkudanya Muhammad Yahya Ayyas berhasil meraih peringkat III setelah bersaing ketat dengan para pemanah berkuda dunia lainnya di jalur lintasan trek lurus 99 meter di Iran.

TEHRAN (21/9) - Indonesia yang diwakili Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) berhasil meraih peringkat III pada Kejuaraan Panahan Berkuda Dunia, The 2nd Silk Road Cup & The 16th World Horseback Archery Championship, 18-21 September 2021 di Tehran, Iran.

Kejuaraan diikuti oleh 13 negara anggota organisasi panahan berkuda dunia World Horseback Archery Federation (WHAF). Dalam kompetisi ini dipertandingkan 3 kategori: Korean Serial WHAF, Qabaq WHAF dan Fast Horse WHAF.

Pada kejuaraan dunia Horseback Archery ke-16 yang digelar sejak pertama 2004 di Korea itu, Indonesia dengan pemanah berkudanya Muhammad Yahya Ayyas berhasil meraih peringkat III setelah bersaing ketat dengan para pemanah berkuda dunia lainnya di jalur lintasan trek lurus 99 meter di Iran.

Muhammad Yahya Ayyas, salah satu pemanah berkuda berusia muda (20 thn) KPBI yang dapat mempertahankan posisi Indonesia pada tiga besar dunia sejak 2019.

Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran, Iran menyampaikan ucapat terima kasih dan bangga karena KPBI dapat mempertahankan prestasi pada event bergengsi yang diikuti KPBI di Iran. KBRI hadir langsung ke lokasi pertandingan untuk menyemangati tim Indonesia.

Dalam general assembly WHAF pada ajang tersebut, Indonesia juga mendapat akreditasi penggunaan berbagai trek yang menjadi lisensi WHAF serta WFEA, yaitu Korean Serial, Masahee, Qabaq dan Kassai Track, yang diterima oleh IHASA/KPBI sebagai pemegang lisensi track-track tersebut di Indonesia. Sertifikat akreditasi tersebut diterima oleh official Indonesia di acara tersebut yaitu Gustiana Ranu Hidayat yang menjabat sebagai Ketua KPBI Jawa Tengah.

Selain pertandingan panahan berkuda, pada tanggal 15-16 September diselenggarakan Pelatihan Juri WHAF dalam rangka mempersiapkan juri-juri panahan berkuda internasional untuk berbagai event di masa yang akan datang. Dari Indonesia diwakili oleh Gustiana Ranu Hidayat dan Muhammad Yahya Ayyas yang kini juga berstatus sebagai juri panahan berkuda internasional pertama dari Indonesia.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top