alexametrics

Musim Tanam Tiba, Suku Baduy Gelar Ritual Ngasek Pare

  • Warga suku Baduy berdatangan ke ladang untuk mengikuti ritual Ngasek Pare.
  • Warga suku Baduy berdatangan ke ladang untuk mengikuti ritual Ngasek Pare.
  • Warga suku Baduy berdatangan ke ladang dengan membawa benih padi disertai iringan musik angklung untuk mengikuti ritual Ngasek Pare.
  • Laki-laki suku Baduy bersiap membuat lubang atau ngasek.
  • Laki-laki suku Baduy bersiap membuat lubang atau ngasek.
  • Laki-laki suku Baduy menari pada ritual Ngasek Pare.
  • Laki-laki suku Baduy membuat lubang di ladang untuk ditanami padi.
  • Laki-laki suku Baduy membuat lubang di ladang untuk ditanami padi.
  • Laki-laki suku Baduy membuat lubang di ladang untuk ditanami padi.
  • Kaum perempuan suku Baduy memasukkan bibit padi ke dalam lubang.
  • Kaum perempuan suku Baduy memasukkan bibit padi ke dalam lubang.
  • Perempuan Baduy menggendong anaknya saat mengikuti ritual Ngasek Pare.
  • Perempuan Baduy mengikuti ritual Ngasek Pare.
  • Warga memainkan angklung untuk mengiringi jalannya ritual yang dipimpin oleh tetua adat.
  • Warga memainkan angklung untuk mengiringi jalannya ritual yang dipimpin oleh tetua adat.
  • Anak suku Baduy ikut serta ke ladang.
  • Tetua suku memimpin ritual Ngasek Pare.
  • Perempuan Baduy mengikuti ritual Ngasek Pare.
  • Laki-laki Baduy melakukan adu kuat pada ritual Ngasek Pare.
  • Ngasek Pare diakhiri dengan membaca doa dan makan bersama.
  • Puluhan perempuan suku Baduy mendatangi ladang untuk melakukan tanam padi dalam ritual Ngasek Pare, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (26/10/2017).

Warga suku Baduy dalam dan luar menggelar ritual Ngasek Pare di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (26/10/2017). Ritual Ngasek Pare atau penanaman padi dilaksanakan satu tahun sekali. Ngasek Pare merupakan warisan nenek moyang suku Baduy, yang bertujuan menjaga kerukunan masyarakat Baduy dan tokoh adat Baduy. Ngasek Pare diawali dengan arak-arakan warga dengan memainkan angklung dan membawa benih padi atau gabah dari Baduy luar menuju huma atau ladang. Kemudian tokoh adat memimpin ritual dengan diiringi angklung. Laki-laki Baduy melakukan ngasek dengan membuat lubang di tanah menggunakan batang kayu, dilanjutkan kaum perempuan suku Baduy memasukkan bibit padi atau gabah ke dalam lubang. Semuanya dilakukan dengan khidmat dan penuh harapan, semoga kelak padi tumbuh dengan baik dan dapat panenan yang berlimpah. Ritual diakhiri dengan adu kuat layaknya perkelahian antara laki-laki Baduy dengan diiringi musik angklung. Terakhir, warga suku Baduy melakukan doa dan makan bersama sebagai penutup. Kehidupan suku Baduy masih sangat tergantung pada alam dan senantiasa menjaga keseimbangan alam.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak