alexametrics

Melihat dari Dekat Pembuatan Dupa di Kabupaten Malang

  • Anggota kelompok tani Andini membelah bambu betung sebelum dimasukkan ke dalam mesin pencacah.
  • Anggota kelompok tani Andini membelah bambu betung sebelum dimasukkan ke dalam mesin pencacah.
  • Anggota kelompok tani Andini membuat lidi dengan mesin bantuan PT Pertamina Terminal BBM Malang.
  • Lidi dimasukkan ke dalam mesin penghalus.
  • Tahap selanjutnya adalah pembuatan dupa.
  • Anggota kelompok Andini mengapak dupa sebelum dijemur.
  • Anggota kelompok Andini mengapak dupa sebelum dijemur.
  • Warga membuat lidi dengan mesin pencacah di rumah industri dupa anggota kelompok Andini di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, merupakan sentra industri dupa yang sangat terkenal di Jawa Timur. Di sana terdapat beberapa kelompok perajin, salah satunya adalah kelompok Andini yang merupakan binaan dari Pertamina Terminal BBM Malang.

Mengunjungi salah satu rumah industri dupa kelompok Andini pada akhir pekan lalu, kami kurang beruntung karena cuaca saat itu sedang hujan. Akhirnya hanya aktivitas di dalam rumah industri saja yang bisa kami lihat, tanpa adanya aktivitas penjemuran dupa.

Proses pembuatan dupa diawali dari pembuatan lidi atau biting dalam bahasa setempat. Lidi dibuat dari bambu betung yang memiliki beberapa keunggulan, salah satunya tidak mudah patah dan lentur. Setelah bambu dipotong-potong dengan ukuran panjang bervariasi mulai dari 22 cm hingga 42 cm, bambu lantas dibelah dan dimasukkan ke dalam mesin pencacah. Setelah berbentuk lidi, kemudian dimasukkan ke dalam mesin penghalus. Proses ini dapat dilakukan dengan cepat, karena saat ini kelompok Andini telah memiliki beberapa mesin bantuan dari Pertamina.

Proses selanjutnya adalah pencampuran bahan-bahan pembuat dupa, sekaligus merekatkannya pada lidi. Proses terakhir adalah penjemuran, di mana apabila cuaca panas penjemuran bisa dilakukan dalam waktu 2 hingga 3 hari saja. Setelah itu dupa siap untuk dikirim.

Dupa yang diproduksi kelompok Andini kemudian dikirim ke Bali untuk dilakukan packing, sebelum dikirim ke beberapa wilayah baik dalam negeri maupun luar negeri. Kelompokok tani Andini hanya terdiri dari 25 orang. Tiap satu orang anggota berpenghasilan sekitar Rp10 juta perbulan atau 20 persen dari omzet.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak