alexametrics

Sinar Mas Agribusiness and Food Serahkan Bantuan Infrastruktur di Kalbar

  • Delapan desa dari 17 desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan bantuan infrastruktur senilai total Rp600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa tersebut dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di tahun 2017.
  • Delapan desa dari 17 desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan bantuan infrastruktur senilai total Rp600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa tersebut dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di tahun 2017.
  • Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalimantan Barat menyerahkan bantuan infrastruktur senilai total Rp600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya 8 desa peserta Program DMPA dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di tahun 2017
  • Vice President Agronomy Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalimantan Barat Junaidi Piliang(kedua kiri) bersama National Stakeholder Engagement Division Head Sinar Mas Agribusiness and Food Zukri Saad (kiri) menyerahkan secara simbolis bantuan infrastruktur senilai total Rp600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya 8 desa peserta Program DMPA dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di tahun 2017, di Ketapang, Kaimantan Barat, Rabu (14/2/2018).





Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari Sinar Mas Agribusiness and Food telah menyelesaikan tahun yang sukses dengan berkurangnya titik panas dan kebakaran di 17 desa di Kalimantan Barat dan Jambi. Pada tahun 2017, jumlah titik panas dan titik api di desa peserta Program DMPA telah menurun menjadi 13 titik panas dan 9 titik api dari 25 titik panas dan 7 titik api pada tahun 2016, dan 423 titik panas dan 271 titik api pada tahun 2015.



Delapan desa dari 17 desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan bantuan infrastruktur senilai total Rp600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa tersebut dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di tahun 2017.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak