alexametrics

Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan

  • Diskusi dipandu oleh moderator Ali Maskur Musa.
  • Politisi PDI Perjuangan Arif Budimanta menjadi salah satu pembicara pada diskusi bertema Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan.
  • Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menjadi salah satu pembicara pada diskusi bertema Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan.
  • Ekonom Rizal Ramli menjadi salah satu pembicara pada diskusi bertema Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan.
  • Pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy menjadi salah satu pembicara pada diskusi bertema Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan.
  • Pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy (kiri) menjadi salah satu pembicara pada diskusi bertema Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan.
  • (Kiri-kanan) Moderator Ali Masykur Musa, pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy, ekonom Rizal Ramli, politisi PDI Perjuangan Arif Budimanta dan Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menjadi pembicara dalam diskusi Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan, di Sekretariat Pergerakan Indonesia Maju, Jakarta, Kamis (22/2/2018).



(Kiri-kanan) Moderator Ali Masykur Musa, pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy, ekonom Rizal Ramli, politisi PDI Perjuangan Arif Budimanta dan Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menjadi pembicara dalam diskusi Sistem Ekonomi Berkeadilan, Mengurangi Kesenjangan, di Sekretariat Pergerakan Indonesia Maju, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Menjamurnya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Maraknya korupsi di Indonesia membuat Indonesia tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam dan Malaysia. Hal lain yang turut memperlambat pertumbuhan ekonomi adalah pembangunan di Indonesia yang memiliki corak neoliberalisme ala Bank Dunia.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak