Tunggangi Gajah, CRU Sampoiniet Patroli Pencegahan Konflik Satwa

  • Pawang (mahout) Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet menunggangi gajah sumatra jinak melaksanakan patroli pencegahan konflik satwa di pinggiran kawasan ekosistem hutan Ulu Masen, Aceh Jaya, Aceh, Kamis (23/7/2020). CRU Sampoiniet memiliki empat ekor gajah jinak untuk membantu petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencegah dan menanggulangi satwa liar memasuki perkampungan penduduk serta merusak tanaman perkebunan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.
  • Pawang (mahout) Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet menunggangi gajah sumatra jinak melaksanakan patroli pencegahan konflik satwa di pinggiran kawasan ekosistem hutan Ulu Masen, Aceh Jaya, Aceh, Kamis (23/7/2020). CRU Sampoiniet memiliki empat ekor gajah jinak untuk membantu petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencegah dan menanggulangi satwa liar memasuki perkampungan penduduk serta merusak tanaman perkebunan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.
  • Pengunjung mengamati gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak di Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh Jaya, Aceh,Kamis (23/7/2020). Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada rentang 2017-2019 populasi gajah di Indonesia mencapai 693 ekor dan masih memiliki ancaman berkurangnya habitat akibat kerusakan hutan, perburuan serta diracun karena memasuki pemukiman penduduk serta merusak tanaman perkebunan warga. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.



Pawang (mahout) Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet menunggangi gajah sumatra jinak melaksanakan patroli pencegahan konflik satwa di pinggiran kawasan ekosistem hutan Ulu Masen, Aceh Jaya, Aceh, Kamis (23/7/2020). CRU Sampoiniet memiliki empat ekor gajah jinak untuk membantu petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencegah dan menanggulangi satwa liar memasuki perkampungan penduduk serta merusak tanaman perkebunan.

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.

(rat)
Top