alexametrics

Deretan Foto Jurnalistik Terbaik World Press Photo 2018

  • Venezuela Crisis (World Press Photo of The Year 2018) Demonstran,
Jose Victor Salazar Balza, terbakar saat bentrok dengan polisi anti huru-hara dalam aksi unjuk rasa menentang kebijakan Presiden Venezuela di Caracas, Venezuela, Rabu (3/5/2017). World Press Photo(WPP)/AFP/Ronaldo Schemidt
  • Waiting For Freedom (Environment, first prize singles) Badak putih diikat sebelum dilepasliarkan di Delta Okavango, Botswana setelah direlokasi dari Afrika Selatan, Kamis (21/9/2017). WPP/Neil Aldridge
  • Boko Haram Strapped Suicide Bombs to Them. Somehow These Teenage Girls Survived. (People, first prize stories) Aisha (14) salah satu korban selamat dari penculikan milisi Boko Haram di Maiduguri, Borno, Nigeria. WPP/The New York Times/Adam Ferguson
  • Boko Haram Strapped Suicide Bombs to Them. Somehow These Teenage Girls Survived. (People, first prize stories) Aisha (14) salah satu korban selamat dari penculikan milisi Boko Haram di Maiduguri, Borno, Nigeria, Selasa (29/8/2017). WPP/The New York Times/Adam Ferguson
  • Car Attack (Spot News, second prize single) Sejumlah korban tertabrak mobil yang menghantam rombongan demonstran saat unjuk rasa di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat, Sabtu (12/8/2017). WPP/ The Daily Progress/Ryan M Kelly
  • Feeding China (Contemporary Issues, second prize stories) Ribuan peserta minikmati hidangan saat mengikuti Festival Kuliner Udang Karang di Xuyi, China, Selasa (13/6/2017). WPP/George Steinmetz
  • Flying Fish in Motion (Nature, third prize singles) Ikan terbang berenang di laut di perairan Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, Jumat (18/8/2017). WPP/Michael Patrick Oneill
  • Kid Jockeys (Sports, first prize stories) Joki cilik beraksi dalam ajang pacu kuda tradisional atau Maen Jaran di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (17/9/2017). WPP/Alain Schroeder
  • The Battle for Mosul (General News, first prize stories) Pasukan Khusus Irak membersihkan dan memakaikan pakaian untuk anak kecil yang diamankan dari milisi di Mosul, Irak, Rabu (12/7/2017). Pasukan Khusus Irak menduga bocah tersebut digunakan sebagai tameng hidup untuk menyelamatkan diri dari pertempuran. WPP/The NY Times/Ivor Prickett
  • Back in Time (Environment, third prize singles) Perbandingan kontras antara koloni pinguin pada akhir 1890 (pada cetakan foto) dengan kondisi terkini koloni pinguin di lokasi yang sama, Pulau Halifax, Namibia, Minggu (11/3/2017). Koloni pinguin tersebut dulu diperkirakan lebih dari 100ribu ekor. WPP/Thomas P Peschak
  • Venezuela Crisis (World Press Photo of The Year 2018) Demonstran,
Jose Victor Salazar Balza, terbakar saat bentrok dengan polisi anti huru-hara dalam aksi unjuk rasa menentang kebijakan Presiden Venezuela di Caracas, Venezuela, Rabu (3/5/2017). World Press Photo(WPP)/AFP/Ronaldo Schemidt

Foto berjudul “Venezuela Crisis” karya fotografer Venezuela, Ronaldo Schemidt dinobatkan sebagai Foto Jurnalistik Terbaik 2018 versi World Press Photo. Setiap tahunnya, organisasi yang berpusat di Amsterdam, Belanda ini menyeleksi puluhan ribu karya foto jurnalistik dari seluruh dunia dan memilih yang terbaik dari beberapa kategori, baik single photo ataupun story.



Sejumlah isu utama yang menjadi sorotan dunia pada setahun ke belakang masih mendominasi deretan pemenang penghargaan. Krisis etnis Rohingya, konflik Timur Tengah, penculikan wanita oleh Boko Haram, kenaikan suhu Bumi, prostitusi di Rusia, teror penembakan di Amerika hingga krisis pemerintahan di Venezuela terekam baik oleh fotografer-fotografer yang berada di garis terdepan setiap peristiwa.



Tak terkecuali bagi fotografer Ronaldo Schemidt, yang juga meraih penghargaan kategori meraih posisi pertama dalam kategori Spot News (single). Kekuatan visual dan pesan yang diabadikan fotografer Agence France-Presse/Kantor Berita Prancis ini dianggap dewan juri mewakili suasana panas yang terjadi di negara Amerika Latin tersebut. “Sangat simbolis. Demonstran, berikut masker yang digunakan, serta api yang membakarnya. Keseluruhan foto merepresentasikan tak hanya personal, tapi seluruh Venezuela yang tengah terbakar,” papar Deputy Photo Editor Nat Geo Whitney C Johnson, salah satu dewan juri.



“Foto klasik, tapi didalamnya memiliki energi dan kedinamisan. Warna, pergerakan , segala kekuatan yang terpancar, semua terkomposisi dengan baik. Emosi seketika terbuncah saat saya melihatnya,” Ketua Dewan Juri yang juga Direktur Fotografi Geo FranceMagdalena Herrera menerangkan alasannya memilih foto tersebut .



Dari sejumlah deretan pemenang penghargaan, ada satu kategori, yakni Sport (stories), diraih fotografer Alain Schroeder asal Belgia lewat liputannya tentang joki cilik di Pulau Sumbawa, Indonesia. Foto demi foto yang diabadikannya memberikan detil yang lengkap akan tradisi tersebut, mulai dari persiapan hingga aksi mereka saat berlaga di pacuan kuda.



Penyelenggaraan ke-61 ini diikuti oleh 4.548 fotografer dari 125 negara di seluruh dunia yang menyertakan sebanyak 73.044 foto dalam kompetisi yang digelar setiap tahun untuk mengapresiasi kreativitas visual dan keahlian pada fotografer yang mengabadikan momen-momen pemberitaan terpenting sepanjang 2017. Pemenang Foto Terbaik berhak meraih penghargaan EUR10 ribu atau sekitar Rp160 juta serta perlengkapan fotografi dari Canon.?(arie yudhistira)

(ary)
World Press Photo
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak