alexametrics

LPN Gelar Diskusi Islam Rahmatan Lil Alamin: Antara Ajaran dan Budaya

  • Diskusi mengangkat tema ?Islam Rahmatan Lil Alamin: Antara Ajaran dan Budaya? tersebut membahas perkembangan intoleransi dan kekerasan di Indonesia.
  • Sumanto menjelaskan maraknya kekerasan dikarenakan masyarakat tidak bisa membedakan Islam sebagai ajaran, kebudayaan, atau hasil produk kekuasaan.
  • (Kiri ke kanan) Lingkar Perempuan Nusantara (LPN) Eliza, Relawan LPN Catharina, Pakar Antropologi Budaya dan pengajar di King Fahd University for Petroleum and Minerals Arab Saudi Profesor Sumanto Al Qurtuby, Ketua LPN Cherly Sriwidjaja dan Relawan LPN Fanina Prawiro berbincang sebelum seminar dan diskusi di Jakarta, Kamis (05/07/2018).

(Kiri ke kanan) Lingkar Perempuan Nusantara (LPN) Eliza, Relawan LPN Catharina, Pakar Antropologi Budaya dan pengajar di King Fahd University for Petroleum and Minerals Arab Saudi Profesor Sumanto Al Qurtuby, Ketua LPN Cherly Sriwidjaja dan Relawan LPN Fanina Prawiro berbincang sebelum seminar dan diskusi di Jakarta, Kamis (05/07/2018). Diskusi mengangkat tema “Islam Rahmatan Lil Alamin: Antara Ajaran dan Budaya” tersebut membahas perkembangan intoleransi dan kekerasan di Indonesia.

Sumanto menjelaskan maraknya kekerasan dikarenakan masyarakat tidak bisa membedakan Islam sebagai ajaran, kebudayaan, atau hasil produk kekuasaan.

"Dalam praktek sehari-hari Islam diterapkan campur aduk di antara ketiga konsep itu, konsep ajaran Islam dianggap sebagai budaya, Islam sebagai budaya dijadikan ajaran, bahkan sisi Islam sebagai produk politik kekuasaan dijadikan dogma seolah-olah hal tersebut adalah ajaran atau doktrin Islam itu sendiri," paparnya.

(bon)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak