alexametrics

Bayer Luncurkan Alat untuk Mengetahui Area Perkembangbiakan Nyamuk

  • Head of Innovation ini Asia Pacific Environmental Science Bayer Crop Science Jason Nash menjadi pembicara dalam Seminar Bayer Vector Control Expert Meeting.
  • Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono (kanan) mencoba alat Bayer Mosquito Quest.
  • Head of Innovation ini Asia Pacific Environmental Science Bayer Crop Science Jason Nash (kiri) didampingi Country Head Indonesia Bayer Environmetal Science Yudi Clement (kedua kiri) memberikan penjelasan kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono (kedua kanan) tentang produk Bayer Mosquito Quest, usai Seminar Bayer Vector Control Expert Meeting, di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Head of Innovation ini Asia Pacific Environmental Science Bayer Crop Science Jason Nash (kiri) didampingi Country Head Indonesia Bayer Environmetal Science Yudi Clement (kedua kiri) memberikan penjelasan kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono (kedua kanan) tentang produk Bayer Mosquito Quest, usai Seminar Bayer Vector Control Expert Meeting, di Jakarta, Selasa (17/7/2018). Dalam seminar tersebut, Bayer menekankan pentingnya penanggulangan vector secara berkelanjutan dan terpadu melalui pendekatan yang dapat dikoordinasikan secara regional untuk mengurangi atau mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh vector.

Dalam kesempatan tersebut, Bayer juga meluncurkan produk "Bayer Mosquito Quest" yaitu realitas maya yang melengkapi Mosquito Learning Lab untuk menguji pengetahuan pengguna dalam mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk di rumah. Alat tersebut menjadi pelengkap kampanye publik guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya belajar tentang pencegahan nyamuk serta meningkatkan metode pencegahan dengan cara yang menyenangkan.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak