alexametrics

RUU BUMN, Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu 2019

  • Anggota DPR Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas menjadi pembicara dalam diskusi bertema RUU BUMN, Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu 2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
  • Anggota Fraksi NasDem Hamdani menjadi pembicara dalam diskusi bertema RUU BUMN, Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu 2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
  • Ekonom senior Rizal Ramli menjadi pembicara dalam diskusi bertema RUU BUMN, Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu 2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
  • Ekonom senior Rizal Ramli menjadi pembicara dalam diskusi bertema RUU BUMN, Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu 2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
  • (Kiri-kanan) Ekonom senior Rizal Ramli, Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, anggota DPR Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas dan anggota Fraksi NasDem Hamdani, menjadi pembicara dalam diskusi bertema RUU BUMN, Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu 2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Ekonom senior Rizal Ramli, Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, anggota DPR Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas dan anggota Fraksi NasDem Hamdani, menjadi pembicara dalam diskusi bertema RUU BUMN, Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu 2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018). Andi Agtas menjelaskan, dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN yang sedang dibahas saat ini, akan ditekankan tentang pasal pelarangan direksi dan komisaris BUMN yang merangkap jabatan. Menurutnya, dalam pembahasan RUU ini hampir semua fraksi sudah sepakat tentang poin pelarangan rangkap jabatan bagi direksi dan komisaris BUMN itu.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak