alexametrics

Menyusuri Jejak Kedamaian di Pulau Mansinam

  • Anak-anak Pulau Mansinam mengikuti Perkabaran Minggu di prasasti yang menunjukkan lokasi pertama kalinya Ottow dan Geissler menginjakkan kaki di Papua.
  • Anak-anak Pulau Mansinam mengikuti Perkabaran Minggu di prasasti yang menunjukkan lokasi pertama kalinya Ottow dan Geissler menginjakkan kaki di Papua.
  • Anak-anak Pulau Mansinam mengikuti Perkabaran Minggu di prasasti yang menunjukkan lokasi pertama kalinya Ottow dan Geissler menginjakkan kaki di Papua.
  • Anak-anak Pulau Mansinam mengikuti Perkabaran Minggu di prasasti yang menunjukkan lokasi pertama kalinya Ottow dan Geissler menginjakkan kaki di Papua.
  • Jasa penyewaan perahu penyeberangan dari pantai ke Pulau Mansinam menajdi salah satu mata pencaharian warga Pulau Mansinam.
  • Keseharian anak-anak Pulau Mansinam.
  • Keseharian anak-anak Pulau Mansinam.
  • Monumen Salib yang menjadi lokasi pertama kalinya Ottow-Geissler menginjakkan kaki di tanah Papua.
  • Gereja Pengharapan yang telah direnovasi yang merupakan gereja pertama yang berdiri di Papua pada tahun 1864.
  • Patung Carl Wilhelm Ottow.
  • Pengunjung mengabadikan Situs Mansinam.
  • Taman Mansinam tampak asri.
  • Pengunjung melihat Patung Yesus yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014 untuk mengenang jasa Ottow-Geissler.

Terletak di Teluk Doreh, Manokwari Provinsi Papua Barat, pulau ini tidak bisa dipisahkan dari peradaban penduduk lokal Papua yang dulunya masih tergolong primitif, hingga mengenal ajaran Injil dan menjadi pemeluk Kristen. Carl Wilhelm Ottow dan Johann Golttlob Geissler, dua misionaris berkebangsaan Jerman inilah yang berjasa mengenalkan masyarakat Papua kepada dunia luar yang menjadikan kehidupan mereka kini lebih beradab.

Tidak mudah bagi kedua misionaris ini untuk meyakinkan penduduk suku Numfor yang mendiami Pulau Mansinam untuk mengenal Injil lebih dekat. Namun dengan kerja keras, lambat laun kegiatan perkabaran yang mereka gelar akhirnya dapat diterima oleh penduduk setempat.

Sejak perkabaran mulai diterima, masyarakat Papua mulai mengenal baca tulis, pakaian dan meninggalkan koteka serta membangun tempat tinggal atau rumah. Kini sejarah jejak kedamaian di Pulau Mansinam dapat kita temui dari sejumlah bangunan yang berada di pulau tersebut seperti Monumen Salib yang menjadi lokasi pertama kalinya Ottow-Geissler menginjakkan kaki di tanah Papua, Gereja Pengharapan yang sudah direnovasi dan merupakan gereja pertama kali yang didirikan di tanah Papua serta patung Yesus raksasa setinggi 30 meter.

Hingga saat ini Pulau Mansinam manjadi daya tarik wisata religi bagi siapapun khususnya umat Kristen Protestan dengan segala kedamaian yang bisa dinikmati saat berada di pulau ini.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak