alexametrics

Adriatma Dwi Putra Menangis Saat Membacakan Pledoi

  • Terdakwa Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra (kiri) dan ayahnya Asrun menjalani sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Jakarta, Rabu (17/10/2018).
  • Terdakwa Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra (kiri) dan ayahnya Asrun menjalani sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Jakarta, Rabu (17/10/2018).
  • Terdakwa Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra (kiri) dan ayahnya Asrun menjalani sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Jakarta, Rabu (17/10/2018).
  • Terdakwa Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra menjalani sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Jakarta, Rabu (17/10/2018).
  • Terdakwa Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra menjalani sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Jakarta, Rabu (17/10/2018).
  • Terdakwa Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra menjalani sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Jakarta, Rabu (17/10/2018).



Terdakwa Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra (kiri) dan ayahnya Asrun menjalani sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor Jakarta, Rabu (17/10/2018). Sidang kali ini berisi pembacaan pledoi yang dibacakan oleh kedua terdakwa, di mana sebelumnya anak dan ayah ini dituntut hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Saat membacakan pledoinya, terdakwa Adriatma sempat menangis di hadapan majelis hakim.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak