alexametrics

Tim SAR Kembali Temukan Korban Jatuhnya Lion Air JT-610

  • Petugas membawa serpihan pesawat Lion Air JT-610 ke Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran di kawasan Kalijabat, Jakarta Utara, untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh KNKT.
  • Roda pesawat Lion Air JT-610 dibawa dari Dermaga JICT 2 ke Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran di kawasan Kalijabat, Jakarta Utara.
  • Petugas menyemprotkan cairan desinfektan ke ban pesawat Lion Air JT-610.
  • Tim DIV Polri memeriksa sejumlah kantong jenasah berisi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang baru ditemukan di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
  • Sejumlah kantong jenazah berisi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 tiba di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
  • Sejumlah barang penumpang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.
  • Identitas dan barang-barang milik korban pesawat Lion Air yang baru ditemukan.
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah berisi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.
  • Tim SAR gabungan kembali membawa serpihan dan kantong jenazah berisi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang ditemukan di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, ke Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (05/11/2018).

Tim SAR gabungan kembali membawa serpihan dan kantong jenazah berisi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang ditemukan di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, ke Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (05/11/2018). Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat hingga hari ke delapan proses SAR korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 telah ditemukan 164 kantong jenazah.

Untuk jenazah korban akan dilakukan identifikasi, sementara serpihan pesawat akan menjadi materi untuk dianalisis oleh KNKT.

Selain itu, tim gabungan juga menemukan barang-barang milik korban seperti dompet, kartu identitas, jaket, sepatu dan lainnya yang masing-masing terpisah.

Proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT-610 akan diperpanjang hingga tiga hari ke depan.

(bon)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak