alexametrics

Ratusan Korban Penipuan Apartemen Sipoa Tuntut Pengembalian Uang

  • Para korban penipuan apartemen Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), mengenakan topeng wajah para direksi PT Sipoa Group, ketika demo mengawal sidang perdana di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.
  • Para korban penipuan apartemen Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), mengenakan topeng wajah para direksi PT Sipoa Group, ketika demo mengawal sidang perdana di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.
  • Para korban penipuan apartemen Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), mengenakan topeng wajah para direksi PT Sipoa Group, ketika demo mengawal sidang perdana di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.
  • Para korban penipuan apartemen Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), mengenakan topeng wajah para direksi PT Sipoa Group, ketika demo mengawal sidang perdana di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.
  • Para korban penipuan apartemen Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), mengenakan topeng wajah para direksi PT Sipoa Group, ketika demo mengawal sidang perdana di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Senin (03/12/2018).

Para korban penipuan apartemen Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), mengenakan topeng wajah para direksi PT Sipoa Group, ketika demo mengawal sidang perdana di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Senin (03/12/2018). Mereka menuntut pada hakim PN Surabaya supaya barang bukti yang disidangkan sama dengan hasil sitaan penyidik, sehingga semua uang sekitar Rp35 milyar yang sudah disetor ke Sipoa dapat dikembalikan seratus persen pada konsumen.

Ratusan warga tersebut adalah pembeli proyek di Sipoa Grup, salah satu alasan kuat adalah sebagai proyek hunian murah yang juga bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo. Harga per unit antara Rp185 juta hingga Rp Rp210 juta.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak