alexametrics

Sidang Lanjutan Ricuh, Ahmad Dhani Tetap Bacakan Eksepsi

  • Terdakwa kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.
  • Terdakwa kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.
  • Terdakwa kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.
  • Sejumlah relawan dan massa dari Laskar Pembela Islam (LPI) yang mengawal sidang sempat kisruh dengan petugas, lantaran Ahmad Dhani tidak diberi kesempatan berbicara pada awak media.
  • Sejumlah relawan dan massa dari Laskar Pembela Islam (LPI) yang mengawal sidang sempat kisruh dengan petugas, lantaran Ahmad Dhani tidak diberi kesempatan berbicara pada awak media.
  • Sejumlah relawan dan massa dari Laskar Pembela Islam (LPI) yang mengawal sidang sempat kisruh dengan petugas, lantaran Ahmad Dhani tidak diberi kesempatan berbicara pada awak media.
  • Sejumlah relawan dan massa dari Laskar Pembela Islam (LPI) yang mengawal sidang sempat kisruh dengan petugas, lantaran Ahmad Dhani tidak diberi kesempatan berbicara pada awak media.
  • erdakwa kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/2/2019).

Terdakwa kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/2/2019). Sidang kedua musisi sekaligus Politikus Partai Gerindra ini beragendakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan pencemaran nama baik, lantaran menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata "Idiot". Sejumlah relawan dan massa dari Laskar Pembela Islam (LPI) yang mengawal sidang sempat kisruh dengan petugas, lantaran Ahmad Dhani tidak diberi kesempatan berbicara pada awak media.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak