alexametrics

Menikmati Kesejukan Air Terjun Jagir Banyuwangi

  • Anak tangga yang berbelok ini meruapakan akses dari jalan raya menuju air terjun Jagir
  • Untuk menuju air terjun, pengunjung harus menyeberangi sungai dengan jembatan bambu
  • Pengunjung juga bisa bersantai sambil melihat indahnya air terjun dari gazebo di lokasi wisata.
  • Kolam penampungan aliran air yang cukup luas sehingga dapat digunakan untuk mandi dan berendam
  • Dua anak berenang dikolam yang menampung kucuran air terjun Jagir
  • Wisatawan lokal berfoto dengan memainkan air di kolam air terjun Jagir
  • Wisatawan lokal berfoto dengan memainkan air di kolam air terjun Jagir
  • Di bawah derasnya air terjun ini terdapat kolam penampungan aliran air yang cukup luas sehingga dapat digunakan untuk mandi dan berendam.
  • Wisatawan menikmati indahnya pemandangan air terjun Jagir dari bawah pepohonan yang rindang. Pengelola menyediakan tempat duduk yang terbiat dari kayu dan bambu.

Banyuwangi, salah satu daerah yang berada di ujung timur pulau Jawa ini memang cukup mencuri perhatian. Jika dulu orang mengenal Banyuwangi sebagai kota santet, kini Banyuwangi identik dengan kota wisata.

"Kunjungi Banyuwangi, Anda pasti ingin kembali", begitu masyarakat bumi Blambangan ini berujar. Mungkin saja itu benar, karena ada banyak hal menarik yang dapat dilihat di Banyuwangi, mulai dari tradisi, kesenian hingga tempat wisata.

Salah satunya yaitu air terjun Jagir. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter ini merupakan destinasi wisata baru dari Kota Banyuwangi. Jernihnya air berasal dari 3 sumber yakni air Jagir, Sumber Pawon dan Sumber Buyut Ijah.

Air terjun Jagir berada sekitar 15 kilometer ke arah barat daya dari pusat kota Banyuwangi, tepatnya terletak di Dusun Kampung Anyar, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Dari pusat kota Banyuwangi dapat ditempuh sekitar 15-20 menit dengan kondisi jalan yang sudah bagus.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak