alexametrics

Brigade Evakuasi Popok Gugat Pencemaran Sungai Brantas

  • Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Brigade Evakuasi Popok, menggelar aksi mengawal sidang gugatan pembiaran sampah popok, di PN Surabaya, Jawa Timur.
  • Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Brigade Evakuasi Popok, menggelar aksi mengawal sidang gugatan pembiaran sampah popok, di PN Surabaya, Jawa Timur.
  • Dua warga yakni Mega Mayang Mustika (35th) dan Riska Darmawanti (35th) menggugat pemerintah karena dianggap gagal dalam pengendalian dan melindungi DAS Brantas dari kerusakan lingkungan, ancaman kepunahan perikanan, akibat polusi plastik sampah popok. Brigade Evakuasi Popok menyebut, dampak jutaan sampah popok yang mencemari sungai tersebut telah berubah menjadi mikroplastik-serpihan plastic ukuran 4,8 mm dan ditemukan pada 80% ikan yang hidup di Sungai Brantas.
  • Dua warga yakni Mega Mayang Mustika (35th) dan Riska Darmawanti (35th) menggugat pemerintah karena dianggap gagal dalam pengendalian dan melindungi DAS Brantas dari kerusakan lingkungan, ancaman kepunahan perikanan, akibat polusi plastik sampah popok. Brigade Evakuasi Popok menyebut, dampak jutaan sampah popok yang mencemari sungai tersebut telah berubah menjadi mikroplastik-serpihan plastic ukuran 4,8 mm dan ditemukan pada 80% ikan yang hidup di Sungai Brantas.
  • Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Brigade Evakuasi Popok, menggelar aksi mengawal sidang gugatan pembiaran sampah popok, di PN Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/3/2019).

Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Brigade Evakuasi Popok, menggelar aksi mengawal sidang gugatan pembiaran sampah popok, di ?PN Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/3/2019). Dua warga yakni Mega Mayang Mustika (35th) dan Riska Darmawanti (35th) menggugat pemerintah karena dianggap gagal dalam pengendalian dan melindungi DAS Brantas dari kerusakan lingkungan, ancaman kepunahan perikanan, akibat polusi plastik sampah popok. Brigade Evakuasi Popok menyebut, dampak jutaan sampah popok yang mencemari sungai tersebut telah berubah menjadi mikroplastik-serpihan plastic ukuran 4,8 mm dan ditemukan pada 80% ikan yang hidup di Sungai Brantas.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak