alexametrics

Semarak Karnaval Budaya Dugderan di Kota Semarang

  • Tarian warak Semarangan mengawali prosesi Karnaval Budaya Dugderan di halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (04/5/2019).
  • GM Leprid Eduarty Fiska Mahu (kanan) menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Kepala Disbudpar Indriyasari (kedua kiri), dan Wakil Ketua PHRI Jateng Benk Mintosih (kiri) atas rekor pembuatan warak terbesar.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Warga antusias menyaksikan Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Warga antusias menyaksikan Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah.
  • Ribuan warga menyaksikan arak-arakan Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (04/5/2019).

Ribuan warga menyaksikan arak-arakan Karnaval Budaya Dugderan di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (04/5/2019). Karnaval Budaya Dugderan yang diikuti ribuan peserta dari 16 kecamatan se Kota Semarang ini merupakan tradisi tahunan dalam menyambut bulan Ramadhan.

Pada tahun ini, gelaran event budaya tersebut menampilkan warak raksasa berukuran tinggi 6,1 meter dengan panjang 6,6 meter dan lebar 2,5 meter, yang diarak dari halaman Balai Kota menuju Masjid Agung Kauman, Jolotundo, dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak