alexametrics

Polemik MNC Trijaya: Rehat Sejenak untuk Memaknai Kelahiran Pancasila

  • Deputi II Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh menjadi narasumber pada diskusi Polemik MNC Trijaya.
  • Deputi II Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh (kedua kanan) menjadi narasumber pada diskusi Polemik MNC Trijaya.
  • Anggota Satuan Tugas Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIB) Romo Benny Susetyo (kiri) menjadi narasumber pada diskusi Polemik MNC Trijaya.
  • Anggota Satuan Tugas Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIB) Romo Benny Susetyo menjadi narasumber pada diskusi Polemik MNC Trijaya.
  • Anggota Satuan Tugas Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIB) Romo Benny Susetyo menjadi narasumber pada diskusi Polemik MNC Trijaya.
  • (Kiri-Kanan) Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Herlambang, Anggota Satuan Tugas Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIB) Romo Benny Susetyo, Deputi II Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh, moderator Margi Syarif (MNC Trijaya FM), Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Komunikasi dan Desiminasi Informasi Eko Sulistyo, dan Ketua Presidium PP MKRI Juventus Prima Yorris Kago menjadi narasumber dalam diskusi Polemik MNC Trijaya di D'consulate, Jakarta, Sabtu (01/6/2019).

(Kiri-Kanan) Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Herlambang, Anggota Satuan Tugas Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIB) Romo Benny Susetyo, Deputi II Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh, moderator Margi Syarif (MNC Trijaya FM), Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Komunikasi dan Desiminasi Informasi Eko Sulistyo, dan Ketua Presidium PP MKRI Juventus Prima Yorris Kago menjadi narasumber dalam diskusi Polemik MNC Trijaya di D'consulate, Jakarta, Sabtu (01/6/2019). Diskusi Polemik kali ini bertema Rehat Sejenak untuk Memaknai Kelahiran Pancasila. Para narasumber sepakat, Pancasila menjadi ideologi negara yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, dan harus dijaga demi terciptanya kesatuan dan persatuan serta keutuhan negara.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak