alexametrics

Menyusuri Sejarah dan Keindahan Kota Tua Melaka di Malaysia

  • Kawasan Red Square atau Dutch Square ini merupakan kawasan kota tua yang menjadi ikon di Malaka. Kawasan ini disebut Red Square karena seluruh dindingnya berwarna merah bata dengan arsitektur Eropa klasik.
  • Sepanjang Sungai Malaka ini menyajikan pemandangan yang indah dan menawan.
  • Becak hias menjadi salah satu transportasi andalan untuk berkeliling di kota tua Malaka
  • Wisatawan memasuki Stadthuys, struktur bersejarah yang terletak di jantung Kota Malaka, ibukota administratif negara bagian Malaka.
  • Terletak di puncak Bukit Santo Paulus, Gereja Santo Paulus ini merupakan bangunan gereja bersejarah di Melaka, Malaysia.
  • Sebuah patung Fransiskus Xaverius didirikan di depan reruntuhan gereja dalam rangka memperingati ulang tahun ke 400 persinggahannya di Melaka.
  • Sebuah tempat permakaman tokoh penting masih tersisa didalam Gereja Santo Paulus.
  • Batu nisan Portugis kuno dalam Gereja Santo Paulus atau Gereja Tinggi.
  • Wisatawan dapat menikmati pemandangan kota Malaka disetiap perjalanan.
  • Wisatawan berfoto dengan latar belakang Gereja Santo Paulus.
  • Wisatawan melintas didepan Musium UMNO Melaka.
  • Deretan bangunan tua menjadi daya tarik wisatawan.
  • Di sungai ini juga terdapat Malaka River Cruise. Selama 45 menit, penumpang yang naik diatas kapal ini akan diajak melintasi sungai Malaka.
  • Wisawatan berada di Queen Victoria Fountain, sebuah bangunan peninggalan Inggris yang berbentuk air mancur plus kolam ini dibuat pada tahun 1900-an.

Kota Melaka atau Melaka Bandaraya merupakan kota bersejarah dan berbentuk seperti kota tua di Jakarta. Pada zaman dahulu, Melaka pernah menjadi ibu kota Kesultanan Melaka. Kota ini memiliki nilai sejarah yang sangat banyak karena kota ini dahulu dijajah oleh tiga negara yaitu Portugis, Belanda dan Inggris. Tempat bersejarah yang dinobatkan sebagai Kota Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2008 ini, menjadi salah satu destinasi wisata favorit Malaysia. Dari Kuala Lumpur, Melaka dapat ditempuh dengan waktu 2 jam dengan total jarak tempuh 223 kilometer. Sejumlah bangunan bersejarah dan masih berdiri kokoh diantaranya Stadthuys, Melaka River Cruise, Portugese Square, Baba Nyonya, St. Paul’s Hill atau A’ Famosa, Jonker Walk, St. John’s Fort, Menara Taming Sari, Museum Laksamana Cheng Ho, Christ Church, Musuem Maritim dan masih banyak lagi.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak