alexametrics

Polemik MNC Trijaya: Golkar di Periode Kedua Jokowi

  • Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di D'Consulate Jakarta, Sabtu (13/7/2019).
  • Pakar hukum tata negara Prof Juanda menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di D'Consulate Jakarta, Sabtu (13/7/2019).
  • Politisi Golkar Rizal Mallarangeng menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di D'Consulate Jakarta, Sabtu (13/7/2019).
  • Politisi Golkar Rizal Mallarangeng menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di D'Consulate Jakarta, Sabtu (13/7/2019).
  • (Kiri-kanan) Pakar komunikasi politik Lely Arianie, politisi Golkar Rizal Mallarangeng, moderator Margi Syarif (MNC Trijaya FM), Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi, Ketua DPP Projo Freddy Alex Damanik dan pakar hukum tata negara Prof Juanda menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di D'Consulate Jakarta, Sabtu (13/7/2019).
  • (Kiri-kanan) Pakar komunikasi politik Lely Arianie, politisi Golkar Rizal Mallarangeng, moderator Margi Syarif (MNC Trijaya FM), Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi, Ketua DPP Projo Freddy Alex Damanik dan pakar hukum tata negara Prof Juanda menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di D'Consulate Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

(Kiri-kanan) Pakar komunikasi politik Lely Arianie, politisi Golkar Rizal Mallarangeng, moderator Margi Syarif (MNC Trijaya FM), Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi, Ketua DPP Projo Freddy Alex Damanik dan pakar hukum tata negara Prof Juanda menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di D'Consulate Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Diskusi dengan tema Golkar di Periode Kedua Jokowi ini membahas tentang peran Partai Golkar dalam menenciptakan kestabilan politik dan kepentingan bangsa serta hajat orang banyak, until itu sejumlah pembicara menilai Jokowi sangat membutuhkan Partai Golkar.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak