alexametrics

Sembunyikan Borgol di Tangan, Bowo Pangarso Kembali Diperiksa KPK

  • Tersangka anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar nonaktif Bowo Sidik Pangarso, mengenakan rompi tahanan serta tangan diborgol tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali menjalani pemeriksaan, Senin (22/7/2019).
  • Tersangka anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar nonaktif Bowo Sidik Pangarso, mengenakan rompi tahanan serta tangan diborgol tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali menjalani pemeriksaan, Senin (22/7/2019).
  • Tersangka anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar nonaktif Bowo Sidik Pangarso, mengenakan rompi tahanan serta tangan diborgol tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali menjalani pemeriksaan, Senin (22/7/2019).
  • Tersangka anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar nonaktif Bowo Sidik Pangarso, mengenakan rompi tahanan serta tangan diborgol tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali menjalani pemeriksaan, Senin (22/7/2019).
  • Tersangka anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar nonaktif Bowo Sidik Pangarso, mengenakan rompi tahanan serta tangan diborgol tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali menjalani pemeriksaan, Senin (22/7/2019).

Tersangka anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar nonaktif Bowo Sidik Pangarso, mengenakan rompi tahanan serta tangan diborgol tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali menjalani pemeriksaan, Senin (22/7/2019). Selain terjerat kasus suap Rp1,6 miliar dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) sebagai pelicin meloloskan kerja sama penyediaan kapal pengangkut distribusi pupuk milik PT Pupuk Indonesia, dalam pengembangan lanjutan, KPK menelusuri asal usul uang sebesar Rp8,45 miliar yang disita dari Pejabat PT Inersia Indung. Uang tersebut diduga gratifikasi dari berbagai sumber di antaranya dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta suap pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dua Bupati yakni Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty dan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak