alexametrics

Diskusi Bahas Pembatasan Merek

  • (Kiri-kanan) Head of Packaging PT Nestle Indonesia Putut Pramono, Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Mogadishu Djati Ertanto, Business Development Director Indonesian Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti dan Managing Director Brand Finance Asia Pasific of Brand Finance PLC Samir Dixit berbincang usai acara Diskusi Packaging & Branding in Industry 4.0 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/07/19)
  • Pembatasan merek (branding) telah diterapkan untuk produk tembakau sejak tahun 2014 dan akan diperluas ke produk konsumsi lainnya.
  • Pembatasan merek (branding) telah diterapkan untuk produk tembakau sejak tahun 2014 dan akan diperluas ke produk konsumsi lainnya.
  • Pembatasan merek (branding) telah diterapkan untuk produk tembakau sejak tahun 2014 dan akan diperluas ke produk konsumsi lainnya.
  • (Kiri-kanan) Head of Packaging PT Nestle Indonesia Putut Pramono, Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Mogadishu Djati Ertanto, Business Development Director Indonesian Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti dan Managing Director Brand Finance Asia Pasific of Brand Finance PLC Samir Dixit berbincang usai acara Diskusi Packaging & Branding in Industry 4.0 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/07/19)

(Kiri-kanan) Head of Packaging PT Nestle Indonesia?Putut Pramono, Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian?Mogadishu Djati Ertanto, Business Development Director Indonesian Packaging Federation (IPF)?Ariana Susanti dan?Managing Director Brand Finance Asia Pasific of Brand Finance PLC?Samir Dixit berbincang usai acara?Diskusi Packaging & Branding in Industry 4.0 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/07/19). Pembatasan merek (branding) telah diterapkan untuk produk tembakau sejak tahun 2014 dan akan diperluas ke produk konsumsi lainnya. Kebijakan ini dinilai mengkhawatirkan bagi para pelaku industri dan konsumen karena dampaknya dapat merugikan kedua belah pihak. Minimnya identitas dan informasi produk akan membatasi konsumen dalam memilih ragam produk, serta berpotensi menimbulkan pemalsuan dan produk ilegal. Diskusi ini juga mengulas dampak kebijakan pembatasan merek terhadap kreativitas dan inovasi produk yang juga dapat mengancam kelangsungan produk dan brand.

(ary)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak