alexametrics

Berwisata di Akar Seribu, Menikmati Sensasi Nasi Bumbung

  • Aliran sungai yang berada tepat disisi pohon Akar Seribu menjadi daya tarik tersendiri.
  • Bentuk akar yang tak beraturan menjulur di atas tanah, membuat pohon ini cukup indah sebagai tempat berswafoto
  • Pengunjung juga bisa bermain ayunan yang disediakan oleh warga sekitar.
  • Pengunjung bermain-main dan menikmati segarnya air sungai disisi pohon.
  • Selama perjalanan, wisatawan menyusuri jalan setapan dan aliran sungai
  • Wisatawan mencoba sensasi memasak kuliner unik Nasi Bumbung dibawah Akar Seribu.
  • Kardi, salah satu pengelola tempat wisata menyiapkan Nasi Bumbung.
  • Nasi Bumbung merupakan nasi yang dimasak dengan menggunakan bambu dan dibakar.
  • Kardi menunjukkan bahan sambal genjrot, sambal pendamping Nasi Bumbung.
  • Setelah nasi dipastikan masak, bambu yang terbakar dibersihkan sebelum disajikan.
  • Sambal genjrot diproses dengan cara ditumbuk didalam bambu.
  • Untuk menambah kelezatan, sambal dicampur dengan pohon rotan yang sudah dimasan dengan cara dibakar.
  • Nasi Bumbung disajikan bersamaan dengan sambal genjrot dan ikan asin.
  • Akar Seribu, sebuah pohon raksasa berjenis Koang atau Talirogo menjulang tinggi sekitar 30 meter dengan diameter sekitar 10 meter, tumbuh subur di tepi aliran sungai kaki Gunung Anjasmoro. Tepatnya di Dusun Begagan, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Akar Seribu, sebuah pohon raksasa berjenis Koang atau Talirogo menjulang tinggi sekitar 30 meter dengan diameter sekitar 10 meter, tumbuh subur di tepi aliran sungai kaki Gunung Anjasmoro. Tepatnya di Dusun Begagan, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. ?Pohon berakar yang tersembunyi di balik lebatnya hutan Megolemet inipun menjadi salah satu alternatif wisata alam. Segarnya udara Pegunungan Anjasmoro, hijaunya sawah dan hutan, serta gemuruh derasnya arus Sungai Sooko Bagal memecah keheningan menemani perjalanan menuju ikon wisata kampung yang dikembangkan dengan dana desa itu. Untuk menuju ke lokasi wisata ini, pengunjung harus menyusuri jalan setapak sejauh 700 meter dari tempat parkir.?Selain menikmati keindahan alam, dibawah rimbunnya Akar Seribu, wisatawan juga bisa menikmati sensasi makanan khas lokal yaitu Nasi Bumbung. Kuliner unik ini dimasak menggunakan batang bambu sehingga memunculkan wangi yang khas dan aroma yang menggugah selera makan.?Konon, memasak dengan bumbung atau batang bambu ini awalnya muncul dari kebiasaan warga yang bekerja dengan menjelajah hutan. Banyak warga yang mencari jamur, madu, kayu dan aneka kekayaan alam di hutan sehingga membuat mereka kadang harus bermalam di hutan untuk beberapa waktu.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak