alexametrics

Kereta Api Uap Jaladara, Transportasi Unik Kota Solo

  • Kereta berjalan menyusuri jalur utama Kota Solo.
  • Kereta Jaladara melintas jalur Stasiun Sangkrah kota Solo.
  • Kereta Jaladara berhenti didepan Loji Gandrung (Rumah Dinas Wali kota Surakarta).
  • Masinis memasukkan kayu jati pada tungku, sebagai bahan bakar kereta.
  • Masinis menyambung gerbong kemudi dengan 2 gerbong penumpang.
  • Masinis mengemudikan Kereta Api Uap Jaladara.
  • Masinis berada dibelakang lokomotif saat kereta berjalan.
  • Lokomotif siap berjalan usai mengisi air di Stasiun Sangkrah kota Solo.
  • Masinis memberikan pelumas pada setiap roda saat berhenti di Stasiun Sangkrah kota Solo.
  • Masinis memberikan pelumas pada setiap roda saat berhenti di Stasiun Sangkrah kota Solo.
  • Wisawatan bersiap naik Kereta Api Uap Jaladara
  • Jaladara memiliki 2 gerbong yang dibuat dari kayu jati pilihan dengan kapasitas penumpang 70 orang.
  • Seniman lokal menggibur wisatawan yang menikmati sensasi Jaladara.
  • Seniman lokal menggibur wisatawan yang menikmati sensasi Jaladara.
  • Selama perjalanan, wisatawan juga bisa menikmati minuman tradisional
  • Penumpang menikmati suasana kota Solo saat naik Kereta Jaladara.
  • Penumpang menikmati suasana kota Solo saat naik Kereta Jaladara.
  • Dua penumpang menyapa warga saat melintas perkampungan Solo.
  • Kereta Api Uap Jaladara berhenti menunggu penumpang yang berkunjung ke Museum Radya Pustaka.

Jalan-jalan di kota Solo tidak lengkap jika belum menjajal sensasi naik Kereta Api Uap Jaladara. Jaladara merupakan kereta api wisata yang ditarik lokomotif uap C1218. Kereta ini mengantarkan wisatawan melihat suasana kota Solo, berjalan ?sepanjang kurang lebih 6 km membelah jalan utama Kota Solo. Kereta klasik ini merupakan buatan Jerman tahun 1896. Pada masa Pemerintah Hindia Belanda, kereta ini digunakan sebagai alat transportasi jarak pendek. Konon, nama Jaladara berasal dari nama kereta pusaka yang dihadiahkan para dewa kepada Prabu Kresna untuk membasmi kejahatan. Bahan bakar sepur klasik ini menggunakan bahan bakar kayu jati dan air dalam jumlah banyak, supaya menghasilkan uap untuk menggerakkan lokomotif. Dibutuhkan 4 meter kubik air dan 5 meter kubik kayu untuk jarak tempuh dari Stasiun Purwosari sampai Stasiun Sangkrah.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak