alexametrics

Gemas Jatim Desak Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

  • Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Timur (Gemas Jtim) melakukan aksi menagih janji DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tak kunjung disahkan, di depan gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).
  • Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Timur (Gemas Jtim) melakukan aksi menagih janji DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tak kunjung disahkan, di depan gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).
  • Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Timur (Gemas Jtim) melakukan aksi menagih janji DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tak kunjung disahkan, di depan gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).
  • Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Timur (Gemas Jtim) melakukan aksi menagih janji DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tak kunjung disahkan, di depan gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).
  • Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Timur (Gemas Jtim) melakukan aksi menagih janji DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tak kunjung disahkan, di depan gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).
  • Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Timur (Gemas Jtim) melakukan aksi menagih janji DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tak kunjung disahkan, di depan gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).

Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jawa Timur (Gemas Jtim) melakukan aksi di depan gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (17/9/2019). Mereka menagih janji DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang tak kunjung disahkan.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak