alexametrics

39 Negara Hadir di Pameran Manufacturing Indonesia 2019

  • Pengunjung memadati salah satu booth pada Pameran Manufacturing Indonesia 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019).
  • Pengunjung memadati salah satu booth pada Pameran Manufacturing Indonesia 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019).
  • Pengunjung mengamati mesin-mesin canggih pada Pameran Manufacturing Indonesia 2019 yang diselenggarakan tanggal 4 hingga 7 Desember 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019).
  • Pengunjung mengamati mesin-mesin canggih pada Pameran Manufacturing Indonesia 2019 yang diselenggarakan tanggal 4 hingga 7 Desember 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019).
  • Pengunjung mengamati mesin-mesin canggih pada Pameran Manufacturing Indonesia 2019 yang diselenggarakan tanggal 4 hingga 7 Desember 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019).
  • Pengunjung mengamati mesin-mesin canggih pada Pameran Manufacturing Indonesia 2019 yang diselenggarakan tanggal 4 hingga 7 Desember 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019).

Pengunjung mengamati mesin-mesin canggih pada Pameran Manufacturing Indonesia 2019 yang diselenggarakan tanggal 4 hingga 7 Desember 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019). Pameran yang ke-30 ini diikuti oleh 1.500 peserta dari 39 negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Belanda, Brazil, China, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Singapura, dan Swiss.

Pameran manufaktur internasional terbesar di Indonesia ini diharapkan bisa menjadi platform ideal bisnis profesional untuk pemain manufaktur di Indonesia dan Asia Tenggara serta bagian dari dukungan Manufacturing Indonesia dalam menyambut manufaktur pintar guna mendukung pemerintah dalam mendorong implementasi industri 4.0.

Saat ini, lima sektor industri di Indonesia yang menjadi prioritas pengembangan adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, dan kimia. Riset McKinsey juga mengungkapkan bahwa industri 4.0 memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor manufaktur di Indonesia.

Penerapan digitalisasi pada industri akan mendorong pertambahan hingga sebesar USD 150 miliar atau sekitar Rp2.100 triliun lebih atas hasil ekonomi di tahun 2025. Beberapa transformasi pada revolusi 4.0 diantaranya, kehadiran mesin-mesin uap, listrik, komputerisasi, dan teknologi dalam industri.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak