alexametrics

Kementerian PPN/Bappenas Gelar Workshop Perikanan Berkelanjutan

  • (Kiri-kanan) Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Sri Yanti JS, Fasilitator Darmawan MAMA, Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar dan akademisi Fedi Sondita, menyampaikan pendapat dalam Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019).
  • (Kiri-kanan) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Sumatera Utara Mulyadi Simatupang, Fasilitator Taufiq Alimi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas KP Daerah Sulawesi Utara Tienneke Adam, Kepala Dinas KP Provinsi Maluku Utara Buyung Radjiloen dan Kepala Dinas KP NTT Ganef Wurgiyanto, memaparkan kondisi wilayah masing-masing dalam Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019).
  • Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Sri Yanti JS, melaunching COREMAP-CTI (Coral Reef Management Program-Coral Triangle Initiative) dalam Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019).
  • Workshop yang dihelat oleh Kementerian PPN/Bappenas melalui satuan kerja Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor industri perikanan ini diharapkan dapat mengeluarkan hasil konkret sebagai masukan kepada pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.
  • Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Sri Yanti JS, usai menyampaikan materi dalam Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019).
  • Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, menyampaikan materi dalam Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019).
  • Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Himawan Hariyoga Djojokusumo, menyampaikan materi dalam Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019).
  • (Kiri-kanan) Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Sri Yanti JS, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Bali I Made Sudarsana, Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Himawan Hariyoga Djojokusumo dan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, menekan tombol sirine ketika membuka Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019).

(Kiri-kanan) Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Sri Yanti JS, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Bali I Made Sudarsana, Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Himawan Hariyoga Djojokusumo dan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, menekan tombol sirine ketika membuka Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, Rabu (11/10/2019). Workshop yang dihelat oleh Kementerian PPN/Bappenas melalui satuan kerja Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor industri perikanan ini diharapkan dapat mengeluarkan hasil konkret sebagai masukan kepada pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Bappenas melalui satuan kerja (Satker) Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) juga berupaya untuk mengintegrasikan isu-isu pengelolaan perikanan berkelanjutan dalam salah satu agenda kerjanya seperti COREMAP-CTI (Coral Reef Management Program-Coral Triangle Initiative) yang merupakan salah satu contoh inovasi pembangunan berkelanjutan.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak