alexametrics

Menjelajah Hutan Masa Kini di Bukit Peramun

  • Sepanjang penyusuran Bukit Peramun kita akan disuguhi pemandangan eksotik
  • Beberapa pohon dipasangi dengan barcode untuk mendapatkan informasi tentang pohon tersebut.
  • Beberapa pohon dipasangi dengan barcode untuk mendapatkan informasi tentang pohon tersebut.
  • Sebagian besar kawasan Bukit Peramun berupa hutan, dengan 147 jenis pohon yang sebagian berkhasiat sebagai obat, 8 jenis tanaman anggrek dan 30 jenis lumut.
  • Sebagian besar kawasan Bukit Peramun berupa hutan, dengan 147 jenis pohon yang sebagian berkhasiat sebagai obat, 8 jenis tanaman anggrek dan 30 jenis lumut.
  • Memasuki kawasan hutan, kita langsung disuguhi berbagai jenis pohon dengan usia yang berbeda-beda.
  • Petugas mencoba alat virtual guide
  • Beberapa papan petunjuk terpasang di kawasan hutan Bukit Peramun
  • Bukit Peramun terletak tidak jauh dari pusat kota Belitung, kurang lebih 21,8 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari Bandara Hanandjoeddin.
  • Memasuki kawasan hutan, kita langsung disuguhi berbagai jenis pohon dengan usia yang berbeda-beda.
  • Wisatawan menikmati keindahan alam Bukit Peramun


Ingin cari spot foto keren, instagramable dengan pemandangan eksotik, atau ingin melek per-hutan-an? Tak salah jika anda berwisata ke Bukit Peramun Belitung. Kawasan binaan BCA yang telah diresmikan beberapa waktu lalu ini memiliki keistimewaan sendiri karena banyaknya tanaman lokal yang sering diramu oleh masyarakat menjadi obat-obatan.
Bukit Peramun terletak tidak jauh dari pusat kota Belitung, kurang lebih 21,8 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari Bandara Hanandjoeddin. Berada di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bukit Peramun memiliki luas sekitar 115 hektar.
Sebagian besar kawasan Bukit Peramun berupa hutan, dengan 147 jenis pohon yang sebagian berkhasiat sebagai obat, 8 jenis tanaman anggrek dan 30 jenis lumut. Ada juga bebatuan yang menonjol ke permukaan, karena Bukit Peramun pada dasarnya merupakan hutan granit.
Memasuki kawasan hutan, kita langsung disuguhi berbagai jenis pohon dengan usia yang berbeda-beda. Unikknya, pada beberapa pohon ditempelkan papan barcode. Setelah discan menggunakan aplikasi pemindai barcode pada smartphone, kita langsung mendapatkan informasi tentang pohon tersebut, mulai dari nama, usia serta asal pohon.
Memang, hutan ini telah tersentuh teknologi digital. Adalah Komunitas Arsel, yang dengan gigih memadukan wisata hutan dengan dunia digital. Menggandeng BCA, Komunitas Arsel terus melakukan inovasi wisata, salah satunya dengan membuat sebuah aplikasi bernama PeramunHill.
Aplikasi tersebut menghadirkan berbagai fitur yang bertujuan memberikan gambaran keindahan alam yang ada di Bukit Peramun serta virtual guide ketika sedang eksplore di Bukit Peramun. Tidak hanya itu, berwisata ke Bukit Peramun bakal lebih lengkap dengan aplikasi lainnya seperti Virtual Zoo, KEPO (Kenali Pohon), Spot Foto Virtual, serta Online Maps Navigation.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update foto SINDOnews.
Aktifkan
Tidak