alexametrics

Ketua KPK Rilis 10 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

  • Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) didampingi Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, menyampaikan keterangan pers soal pengembangan kasus korupsi Proyek Jalan di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015 di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta.
  • Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers soal pengembangan kasus korupsi Proyek Jalan di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015 di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta.
  • Dalam kasus korupsi yang mengeruk uang negera sebesar Rp 475 Milayr tersebut, KPK kembali menetapkan 10 orang tersangka dari penyelenggara negera maupun pihak swasta diantaranya Kuasa Pengguna Angggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) M. Nasir yang menjadi salah satu otak kejahatan yang mengatur semuanya.
  • Dalam kasus korupsi yang mengeruk uang negera sebesar Rp 475 Milayr tersebut, KPK kembali menetapkan 10 orang tersangka dari penyelenggara negera maupun pihak swasta diantaranya Kuasa Pengguna Angggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) M. Nasir yang menjadi salah satu otak kejahatan yang mengatur semuanya.
  • Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) didampingi Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, menyampaikan keterangan pers soal pengembangan kasus korupsi Proyek Jalan di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015 di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) didampingi Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, menyampaikan keterangan pers soal pengembangan kasus korupsi Proyek Jalan di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015 di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jum'at (17/1/2020). Dalam kasus korupsi yang mengeruk uang negera sebesar Rp 475 Milayr tersebut, KPK kembali menetapkan 10 orang tersangka dari penyelenggara negera maupun pihak swasta diantaranya Kuasa Pengguna Angggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) M. Nasir yang menjadi salah satu otak kejahatan yang mengatur semuanya.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak