India Kembali Buka Taj Mahal di Tengah Meluasnya Kasus Covid-19

  • Pengunjung berfoto dengan latar belakang Taj Mahal setelah pihak berwenang kembali membuka kawasan tersebut di tengah pandemi Covid-19 di Agra, India, Senin (21/09/2020).
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah penularan Covid-19.
  • Pemerintah India membuka Taj Mahal untuk masyarakat umum meski angka penyebaran virus corona masih tinggi.
  • Petugas keamanan bejaga di depan Taj Mahal yang kembali beroperasi di tengah pandemi Covid-19 yang terus memburuk.

Pengunjung berfoto dengan latar belakang Taj Mahal setelah pihak berwenang kembali membuka kawasan tersebut di tengah pandemi Covid-19 di Agra, India, Senin (21/09/2020). Pemerintah India membuka Taj Mahal untuk masyarakat umum meski angka penyebaran virus corona masih tinggi. Kasus Covid-19 di India saat ini hampir mengalahkan jumlah kasus yang ada di Amerika Serikat dengan jumlah pasien mencapai 5,4 juta orang dengan angka infeksi rata-rata sekitar 100 ribu orang dan angka kematian 1.000 orang per mari.
Taj Mahal merupakan salah satu ikon global India yang terletak di wilayah Agra. Biasanya, sebanyak tujuh juta wisatawan mengunjungi bangunan marble putih tersebut.
Pihak pengelola Taj Mahal menyatakan protokol kesehatan tetap akan diterapkan, mulai dari pembatasan sosial hingga pembatasan pengunjung sebanyak 5.000 orang per hari atau seperempat dari hari normal. Tiket masuk juga tidak akan dijual di tempat, tapi secara online. Selain itu, petugas keamanan akan berpatroli untuk mengawasi pengunjung.  

REUTERS / Alasdair Pal

(bon)
Top