Lele Asap Gunung Sindur Tembus Pasar Ekspor

  • Dalam satu hari UMKM kuliner ini bisa memproduksi 4-5 kuintal ikan lele yang dijual ke Jabodetabek dan hingga diekspor ke Nigeria dengan harga jual Rp100 ribu per kilogram.
  • Dalam satu hari UMKM kuliner ini bisa memproduksi 4-5 kuintal ikan lele yang dijual ke Jabodetabek
  • Ikan lele asap tersebut juga di ekspor hingga ke Malaysia. Di tengah pandemi Covid-19 ini permintaan ikan lele terus meningkat.
  • Proses pengasapan berlangsung selama 24 jam. Pengasapan ikan merupakan cara pengawetan ikan dengan menggunakan asap yang berasal dari pembakaran kayu atau bahan organik.
  • Ikan merupakan sumber protein hewani yang rendah kolesterol dan sangat baik untuk kecerdasan otak. Salah satu teknologi pengolahan ikan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis serta daya awet ikan adalah pengasapan. Lele asap merupakan salah satu menu yang banyak dicari penggemar lele, rasanya yang khas disukai semua orang.
  • Pekerja membuat kuliner lele asap di kawasan Pengasinan, Gunung Sindur, Bogor, Rabu (30/9/2020). Dalam satu hari UMKM kuliner ini bisa memproduksi 4-5 kuintal ikan lele yang dijual ke Jabodetabek dan hingga diekspor ke Nigeria dengan harga jual Rp100 ribu per kilogram.
  • Pekerja membuat kuliner lele asap di kawasan Pengasinan, Gunung Sindur, Bogor, Rabu (30/9/2020). Dalam satu hari UMKM kuliner ini bisa memproduksi 4-5 kuintal ikan lele yang dijual ke Jabodetabek dan hingga diekspor ke Nigeria dengan harga jual Rp100 ribu per kilogram.

Pekerja menyelesaikan pembuatan ikan lele asap di industri pengasapan lele milik Haji Sueb di Pengasinan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/9/2020). Industri pengasapan lele ini setiap hari memproduksi lele asap berkisar 4-5 kuintal dengan jumlah sekitar 3.000 lele yang dijual Rp 100.000 per kilogram (kg) yang berisi sekitar 25 ekor yang dijual ke Jabodetabek dan hingga diekspor ke Nigeria. Di tengah pandemi Covid-19, Haji Sub mengaku tidak begitu berdampak pada produksi pengasapan lele miliknya. 

(lan)
Top