alexametrics

Ritual Untuk Leluhur

  • Kertas untuk sembahyang melayang di udara memenuhi langit vihara
  • Seorang pekerja membagikan tebu sebgai salah satu sesajen yang disediakan untuk arwah leluhur
  • Persiapa sesajen untuk ritual penghormatan terhadap leluhur terdahulu
  • Patung-patung pada replika rumah yang akan dibakar sebagai penghormatan terhadap leluhur
  • Patung dewa diarak-arak keluar dari vihara menuju halaman untuk dipuja dan dibakar.
  • Warga Tionghoa melaksanakan sembahyang didepan patung dewa
  • Kertas untuk sembahyang melayang di udara memenuhi langit vihara

Ratusan warga Tionghoa kota Medan mulai mempersiapkan ritual untuk penghormatan kepada leluhur di Vihara Gunung Timur Jalan Sudirman Medan, Jumat (31/8) lalu. Berbagai bentuk makanan seperti roti, sayur, kacang dibungkus menjadi satu dan diletakkan di sebuah tampah sebagai wadah sesajen untuk arwah yang sudah meninggal. Tak hanya itu, disisi lain sebagian warga Tionghoa juga mempersiapkan replika rumah-rumahan, kapal dan truk berukuran besar. Semuanya persembahan tersebut nantinya akan dibakar untuk para leluhur.

Setelah semua persiapan persembagan selesai, kegiatan ritual ritual selanjutnya dengan melemparkan jutaan kertas persembahan ke langit dengan sukacita. Ratusan warga Tionghoa berkumpul bersama untuk melempar kertas sambil memanjatkan doa diikuti dengan membakar dupa untuk menyembah dewa yang dikeluarkan dari Vihara. Setelah itu patung replika dewa kemudian dibakar bersamaan dengan replika rumah, kapal, truk dan jutaan kertas persembahan. Ritual untuk menghormati leluhur tersebut diselenggarakan setiap tahunnya dengan tujuan setiap arwah pendahulu dapat bahagia di dunia akhirat.

()
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak