Rob, Ancaman Nyata yang Terlupakan

  • Seorang warga yang sedang melintasi genangan air saat banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Situasi saat banjir rob di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Rumah warga terdampak saat banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Petugas Dinas Kebersihan mengangkut motor milik warga untuk melintasi genangan air saat banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Pantulan cermin situasi perumahan warga yang terdampak saat banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Seorang warga sedang melintasi genangan air sembari menggendong anaknya saat banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Seorang warga sedang melintasi genangan air saat banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Potret warung yang terdampak saat banjir rob di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Sejumlah warga sedang melintasi genangan air saat banjir rob di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).
  • Seorang anak sedang bermain genangan air saat banjir rob di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).



Peristiwa banjir rob yang terjadi di Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara beberapa waktu lalu bukanlah kali pertama terjadi. Hal ini dibuktikan dengan reaksi warga setempat yang terdampak banjir rob. Banyak dari mereka yang memilih bertahan di rumah masing-masing.

Bahkan, raut sedih dan muram pun sama sekali tidak terlihat dari anak-anak yang tinggal di kawasan terdampak. Mereka justru bermain air banjir rob dengan riang dan penuh canda dengan teman sebayanya. Warga setempat seakan sudah terbiasa dengan peristiwa tersebut.

Menurut warga setempat, banjir rob yang terjadi di kawasan Muara Angke kemarin merupakan yang terparah sejak setahun terakhir. Ketinggian banjir yang cukup tinggi membuat beberapa kendaraan terpaksa memutar arah, dan tidak sedikit yang mengalami mogok saat mencoba menerobos banjir. Beberapa kendaraan roda dua juga terlihat diangkut oleh alat berat milik dinas kebersihan untuk melewati banjir.

Selama ini, ancaman ibu kota tenggelam masih menjadi bayang-bayang menakutkan bagi masyarakat. Sebuah penelitian yang dirilis oleh Nature Communication pada 29 Oktober 2019 lalu mengungkapkan, bahwa sejumlah negara termasuk Indonesia akan tenggelam pada tahun 2050. Penelitian itu mengungkapkan permukaan laut akan mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 50 sentimeter. Dampak dari perubahan iklim yang menyebabkan mencairnya es di Antartika dapat menenggelamkan kota-kota di dunia.



Hal ini diperparah dengan fakta dari catatan Direktorat Air Kementrian PUPR, bahwa setiap tahunnya tinggi permukaan tanah DKI Jakarta mengalami penurunan antara 5 hingga 12 sentimeter. Masifnya pembangunan gedung-gedung bertingkat di ibu kota dan pemanfaatan air tanah yang tidak proporsional merupakan salah satu faktor penyebab turunnya permukaan tanah di Jakarta setiap tahunnya.

Potret banjir rob yang terjadi di utara Jakarta beberapa waktu lalu, sudah seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat. Bahwasanya, ancaman tenggelamnya ibu kota kian lama semakin nyata.

Nama Pengirim: Fazjri Abdillah

Asal Kampus: Politeknik Negeri Jakarta

Waktu Pengambilan Foto: Selasa, 17 November 2020

Lokasi Pengambilan Foto: Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara

(rat)
Top