Demo Oposisi Rusia, Tolak Reformasi Konstitusi Putin

  • Polisi menghadang puluhan ribuan peserta aksi untuk mendukung pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara dan menetang reformasi konstitusi di tengah pandemi Covid-19, di Saint Petersburg, Rusia, Sabtu (23/01/20201).
  • Aksi tersebut berakhir ricuh dan polisi menangkap sejumlah peserta demo.
  • Kubu Oposisi menganggap perubahan konstitusi itu sebagai trik untuk membantu Presiden Vladimir Putin tetap berkuasa setelah mandatnya sebagai presiden berakhir pada 2024.
  • Sebelumnya Putin mengusulkan reformasi konstitusi yang dinilai akan tetap mengontrol pemerintah meski sudah pensiun atau seolah-olah menjadi pemimpin seumur hidup.
  • Para analis melihat reformasi konstitusi itu sebagai persiapan awal untuk suksesi ketika masa jabatan presiden keempat Putin berakhir pada 2024.

Polisi menghadang puluhan ribuan peserta aksi untuk mendukung pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara dan menetang reformasi konstitusi di tengah pandemi Covid-19, di Saint Petersburg, Rusia, Sabtu (23/01/20201). Kubu Oposisi menganggap perubahan konstitusi itu sebagai trik untuk membantu Presiden Vladimir Putin tetap berkuasa setelah mandatnya sebagai presiden berakhir pada 2024.

Sebelumnya Putin mengusulkan reformasi konstitusi yang dinilai akan tetap mengontrol pemerintah meski sudah pensiun atau seolah-olah menjadi pemimpin seumur hidup. Putin mengeluarkan "badai politik" dengan mengusulkan perombakan konstitusi Rusia. Usulan itu merupakan perubahan pertama pada undang-undang dasar Rusia sejak 1993.

Para analis melihat reformasi konstitusi itu sebagai persiapan awal untuk suksesi ketika masa jabatan presiden keempat Putin berakhir pada 2024. Sedangkan oposisi berpendapat orang kuat Kremlin itu ingin tetap menjadi pemimpin seumur hidup.

REUTERS / Anton Vaganov

(bon)
Top