Polisi Myanmar Bentrok dengan Massa Anti Kudeta, 18 Orang Tewas

  • Pengunjuk rasa anti-kudeta berlindung dari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas kepolisian saat mereka berdemo protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar.
  • Kantor hak asasi manusia PBB dan Reuters mengatakan sedikitnya 18 pengunjuk tewas saat bentrok dengan pihak kepolisian pada Minggu (28/2)
  • Pengunjuk rasa anti-kudeta berlindung dari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas kepolisian saat mereka berdemo protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar.
  • Sebelumnya pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan sejumlah petinggi partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) ditahan sejak 1 Februari.
  • Saat itu, militer menggulingkan pemerintah NLD dan mencegah pembentukan parlemen baru yang didominasi pasca kemenangan partai Suu Kyi di pemilu November 2020.
  • Pengunjuk rasa anti-kudeta berlindung dari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas kepolisian saat mereka berdemo protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, Senin (1/3/2021). Kantor hak asasi manusia PBB dan Reuters mengatakan sedikitnya 18 pengunjuk tewas saat bentrok dengan pihak kepolisian pada Minggu (28/2).

Pengunjuk rasa anti-kudeta berlindung dari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas kepolisian saat mereka berdemo protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, Senin (1/3/2021). Kantor hak asasi manusia PBB dan Reuters mengatakan sedikitnya 18 pengunjuk tewas saat bentrok dengan pihak kepolisian pada Minggu (28/2)

Sebelumnya pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan sejumlah petinggi partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) ditahan sejak 1 Februari. Saat itu, militer menggulingkan pemerintah NLD dan mencegah pembentukan parlemen baru yang didominasi pasca kemenangan partai Suu Kyi di pemilu November 2020.

REUTERS/Stringer

(sra)
Top