Ucapkan Selamat, Hasnaeni-Firman Wijaya: Megawati Sosok Pemimpin Teladan Bangsa Indonesia

  • Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni bersama Ketua Mahkamah Partai Emas Firman Wijaya turut senang dengan diterimanya gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
  • Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni bersama Ketua Mahkamah Partai Emas Firman Wijaya turut senang dengan diterimanya gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

JAKARTA-- Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni turut senang dengan diterimanya gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Hasnaeni mengucapkan selamat atas pengukuhan gelar yang diberikan Universitas Pertahanan (Unhan) RI itu. "Saya ucapkan selamat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri atas diterimanya gelar profesor kehormatan tersebut. Sungguh membanggakan," ujar Hasnaeni.

Menurut Hasnaeni, Ketua Umum PDI Perjuangan layak menerima gelar profesor kehormatan ilmu pertahanan bidang kepemimpinan strategik. Mengingat, kontribusinya terhadap bangsa begitu besar. "Ibu Mega merupakan sosok yang sukses menjadi pemimpin di tingkat regional dan global," kata dia.

Megawati, kata Hasnaeni juga merupakan pemimpin perempuan yang menjadi teladan bukan hanya bagi kaumnya, tapi juga seluruh bangsa Indonesia. Sehingga pemberian gelar itu dipandang sudah tepat. "Banyak hal baik dan positif yang bisa diambil dari Ibu Mega dan kepemimpinannya," tuturnya. Senada, Ketua Mahkamah Partai Emas Firman Wijaya, juga menyampaikan ucapan selamat bagi Megawati. "Selamat kepada Ibu Mega atas gelar professor kehormatan yang disandang," ujarnya.

Lebih lanjut, Asisten Staf Wakil Presiden Ma'ruf Amin ini berharap, pemerintah dan pihak terkait lainnya, bisa memberikan akses dan apresiasi kepada siapa pun. Khususnya warga negara yang memiliki prestasi sosial yang patut dihargai.

"Pemberian gelar profesor semestinya tidak sebatas mereka yang mengeyam pendidikan tinggi perguruan tinggi. Tapi sesuai esensi profesor adalah para wisdom atau orang bijak yang mampu mengayomi masyarakat, dan menyumbangkan gagasan pemikiran dan solusi problem kebangsaan di semua sektor kehidupan, budaya, sosial ekonomi, regulasi dan hukum," papar Firman.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai peradaban pemikiran karya anak bangsa sendiri," imbuh Ketua Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana ini.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top