Krisis Oksigen, ITS Inovasikan Konsentrator Oksigen

  • Oxygen Concentrator ITS (OXITS) tersebut dapat mengganti peran tabung oksigen yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dimana saat ini oksigen menjadi barang langka sejak melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.
  • OXITS dapat menghasilkan oksigen murni hingga 95,5 persen dan telah sesuai dengan standar kesehatan WHO - UNICEF. Kehadiran OXITS ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sangat membutuhkan pasokan oksigen di masa pandemi.
  • Ketua Tim Riset OXITS, Fadlilatul Taufany menjelaskan, selain oksigen, udara bebas juga mengandung nitrogen sekitar 78 persen dan sisanya gas-gas lain. Prinsip kerja OXITS sendiri ialah mengambil udara bebas dan memurnikannya dari kandungan nitrogen melalui teknologi pressure swing adsorption (PSA).
  • Taufany menjelaskan bahwa udara yang diserap oleh OXITS akan melalui filter terlebih dahulu guna menyaring partikel berukuran lebih dari 5 mikron. Lalu udara akan dikompresi untuk meningkatkan tekanan udara. Selama proses kompresi, mekanisme pendingin terus berjalan agar menjaga konsentrator dari overheating dan meningkatkan performa PSA.
  • Oxygen Concentrator ITS (OXITS) tersebut dapat mengganti peran tabung oksigen yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dimana saat ini oksigen menjadi barang langka sejak melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.
  • Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Mochamad Ashari (kiri) dan Kepala Sub Direktorat Riset dan Publikasi Ilmiah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany (kanan), menjelaskan cara kerja Oxygen Concentrator saat soft launching, di halaman Rektorat ITS Surabaya, Jawa Timur, Jumat (06/8/2021).

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Mochamad Ashari (kiri) dan Kepala Sub Direktorat Riset dan Publikasi Ilmiah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany (kanan), menjelaskan cara kerja Oxygen Concentrator saat soft launching, di halaman Rektorat ITS Surabaya, Jawa Timur, Jumat (06/8/2021). Oxygen Concentrator ITS (OXITS) tersebut dapat mengganti peran tabung oksigen yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dimana saat ini oksigen menjadi barang langka sejak melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

OXITS dapat menghasilkan oksigen murni hingga 95,5 persen dan telah sesuai dengan standar kesehatan WHO - UNICEF. Kehadiran OXITS ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sangat membutuhkan pasokan oksigen di masa pandemi.

Ketua Tim Riset OXITS, Fadlilatul Taufany

menjelaskan, selain oksigen, udara bebas juga mengandung nitrogen sekitar 78 persen dan sisanya gas-gas lain. Prinsip kerja OXITS sendiri ialah mengambil udara bebas dan memurnikannya dari kandungan nitrogen melalui teknologi pressure swing adsorption (PSA).

Taufany menjelaskan bahwa udara yang diserap oleh OXITS akan melalui filter terlebih dahulu guna menyaring partikel berukuran lebih dari 5 mikron. Lalu udara akan dikompresi untuk meningkatkan tekanan udara. Selama proses kompresi, mekanisme pendingin terus berjalan agar menjaga konsentrator dari overheating dan meningkatkan performa PSA.

Kemudian, lanjut Taufany, nitrogen yang terkandung dalam udara akan diserap oleh filter zeolite untuk memurnikan udara. Terdapat dua unit kolom yang bekerja secara bergantian, yaitu kolom untuk menyerap nitrogen dan kolom yang mengeluarkan nitrogen yang terperangkap di zeolit. Zeolit pada OXITS ini dapat digunakan dalam jangka panjang.

Alumnus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini memaparkan udara yang telah bebas dari kandungan nitrogen akan disesuaikan dan diatur terlebih dahulu tekanan dan flow-nya dengan elektronik yang ada sebelum oksigen dialirkan.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top