alexametrics

Warga KPAD Gegerkalong Tolak Eksekusi Rumah Dinas

  • Warga membuat barikade dengan ban bekas, bambu runcing dan karung berisi batu.
  • Warga membuat barikade dengan ban bekas, bambu runcing dan karung berisi batu.
  • Warga membuat barikade dengan ban bekas, bambu runcing dan karung berisi batu.
  • Warga membuat barikade dengan ban bekas, bambu runcing dan karung berisi batu.
  • Warga membuat barikade dengan ban bekas, bambu runcing dan karung berisi batu.
  • Warga membuat barikade dengan ban bekas, bambu runcing dan karung berisi batu.
  • Warga membuat barikade dengan ban bekas, bambu runcing dan karung berisi batu.
  • Warga membuat barikade dengan bambu runcing, karung berisi batu, ban bekas dan kawat berduri di sejumlah pintu masuk Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/7/2016).

Warga membuat barikade dengan bambu runcing, karung berisi batu, ban bekas dan kawat berduri di sejumlah pintu masuk Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/7/2016). Barikade dibuat untuk menghalangi proses eksekusi pengosongan rumah di komplek tersebut. Penertiban 41 unit rumah dinas rencananya akan dilaksanakan pada 19-21 Juli mendatang. Warga bersikukuh untuk bertahan dengan berpegang pada ucapan yang disampaikan Letjen Gatot Soebroto pada tahun 1962, ketika meresmikan penggunaan rumah di KPAD Gegerkalong. Menurut salah satu sesepuh warga KPAD Gegerkalong, Mayjen TNI (Purn) Gasyim Aman, saat itu Gatot Soebroto menyerahkan sepenuhnya rumah dan tanah sebagai warisan perang setelah melawan gerombolan Kartosuwiryo.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak