HUT ke-45, Museum Tekstil Gelar Pameran Wastra Kain Tradisional

  • Sejumlah siswa SMKN 24 Jurusan Tata Boga mengikuti workshop serta mengunjungi pameran temporer wastra atau kain tradisional dengan tema Ragam Hias Fauna Dalam Wastra Indonesia, untuk mengenal, menyayangi dan menginspirasi dalam rangka HUT ke-45 Museum Tekstil, Jakarta.
  • Sejumlah siswa SMKN 24 Jurusan Tata Boga mengikuti workshop serta mengunjungi pameran temporer wastra atau kain tradisional dengan tema Ragam Hias Fauna Dalam Wastra Indonesia, untuk mengenal, menyayangi dan menginspirasi dalam rangka HUT ke-45 Museum Tekstil, Jakarta.
  • Pameran dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dilaksanakan dari tanggal 6 hingga 25 September 2021.
  • Sebanyak 20 buah koleksi Museum Tekstil dan 25 buah koleksi Rumah Wastra Jo Seda dipamerkan. Motif fauna yang dipamerkan di antaranya serangga, hewan laut, unggas hingga hewan mitologi.
  • Sejumlah siswa SMKN 24 Jurusan Tata Boga mengikuti workshop serta mengunjungi pameran temporer wastra atau kain tradisional dengan tema Ragam Hias Fauna Dalam Wastra Indonesia, untuk mengenal, menyayangi dan menginspirasi dalam rangka HUT ke-45 Museum Tekstil, Jakarta. Selasa (14/9/2021).

Sejumlah siswa SMKN 24 Jurusan Tata Boga mengikuti workshop serta mengunjungi pameran temporer wastra atau kain tradisional dengan tema Ragam Hias Fauna Dalam Wastra Indonesia, untuk mengenal, menyayangi dan menginspirasi dalam rangka HUT ke-45 Museum Tekstil, Jakarta. Selasa (14/9/2021). Pameran dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dilaksanakan dari tanggal 6 hingga 25 September 2021.

Sebanyak 20 buah koleksi Museum Tekstil dan 25 buah koleksi Rumah Wastra Jo Seda dipamerkan. Motif fauna yang dipamerkan di antaranya serangga, hewan laut, unggas hingga hewan mitologi.

Motif tersebut memiliki pesan dan makna tertentu yang sering kali menggambarkan kehidupan dan kepercayaan masyarakat setempat.

Perkembangan kain tradisional tidak terlepas dari keanekaragaman alam Indonesia yang menjadi sumber inspirasi perajin sehingga melahirkan produk budaya daerah.

KORAN SINDO/YULIANTO

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top