Istiqamah Cerdaskan Anak-anak di Utara Makassar

  • Aktivitas belajar Mengajar dengan protokol kesehatan di Madrasah Ibtidayah MDIA Paotere, Makassar.
  • Sekolah ini termasuk sekolah pelopor pendidikan di Utara Kota Makassar yang berdiri sejak tahun 1965, meskipun sekolah tersebut terbatas dalam hal fasilitas bangunan dan sarana belajar, sejumlah guru dan murid tetap antusias belajar.
  • Terletak di tengah kawasan padat penduduk dan pelabuhan rakyat Paotere, sekolah ini terus berjuang agar anak anak disana untuk tetap mengutamakan sekolah daripada memilih untuk bekerja.
  • Kondisi ekonomi memaksa sejumlah murid lainnya untuk tidak bersekolah dan memilih mencari uang dengan cara menjadi buruh angkut atau penjual asongan.
  • Selain itu kondisi sekolah yang kurang memadai turut menjadi tantangan para guru dalam memberikan pelajaran, minimnya fasilitas seperti bangku, buku pelajaran serta kondisi bangunan yang sering terjadi rembesan air saat musim penghujan.
  • Para guru berharap agar murid dan orang tua murid sekitar lebih sadar akan pentingnya pendidikan dan tidak memaksa anak anak untuk mencari uang dengan umur yang masih belia.
  • Para guru mengakui banyak keterbatasan di sekolah namun mereka berjanji akan terus berjuang untuk mencerdaskan anak anak pesisir utara Makassar.
  • Aktivitas belajar Mengajar dengan protokol kesehatan di Madrasah Ibtidayah MDIA Paotere, Makassar, Kamis (16/09/2020).

Aktivitas belajar Mengajar dengan protokol kesehatan di Madrasah Ibtidayah MDIA Paotere, Makssar, Kamis (16/09/2020). Sekolah ini termasuk sekolah pelopor pendidikan di Utara Kota Makassar yang berdiri sejak tahun 1965, meskipun sekolah tersebut terbatas dalam hal fasilitas bangunan dan sarana belajar, sejumlah guru dan murid tetap antusias belajar.

Terletak di tengah kawasan padat penduduk dan pelabuhan rakyat Paotere, sekolah ini terus berjuang agar anak anak disana untuk tetap mengutamakan sekolah daripada memilih untuk bekerja. Kondisi ekonomi memaksa sejumlah murid lainnya untuk tidak bersekolah dan memilih mencari uang dengan cara menjadi buruh angkut atau penjual asongan.

Selain itu kondisi sekolah yang kurang memadai turut menjadi tantangan para guru dalam memberikan pelajaran, minimnya fasilitas seperti bangku, buku pelajaran serta kondisi bangunan yang sering terjadi rembesan air saat musim penghujan.

Para guru berharap agar murid dan orang tua murid sekitar lebih sadar akan pentingnya pendidikan dan tidak memaksa anak anak untuk mencari uang dengan umur yang masih belia. Para guru mengakui banyak keterbatasan di sekolah namun mereka berjanji akan terus berjuang untuk mencerdaskan anak anak pesisir utara Makassar.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top