Kreatif, Mahasiswa Ini Rancang Sepeda Penyapu Sampah

  • Mahasiswa Program Studi Teknologi Manufaktur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Ahmad Triya Sanusi, mengoperasikan Rancang Bangun Sepeda Penyapu Sampah dengan Sistem Sapu Berputar di Untag Surabaya, Jawa Timur.
  • Mahasiswa Program Studi Teknologi Manufaktur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Ahmad Triya Sanusi, mengoperasikan Rancang Bangun Sepeda Penyapu Sampah dengan Sistem Sapu Berputar di Untag Surabaya, Jawa Timur.
  • Sepeda sapu sampah botol yang dirancang khusus ini memiliki manfaat ganda. Selain bisa untuk olahraga gowes juga untuk membersihkan sampah botol plastik yang kerap ditemui dijalanan khususnya pedesaan.
  • Inovasi ini bekerja dengan memafaatkan putaran roda untuk menggerakkan tiga poros yang dihubungkan oleh pulley type A dengan ukuran 10 in dan 2,5 in yang terhubung dengan sabuk v-belt sepanjang 1117,6 mm dan 1244 mm dengan output putaran poros sapu 460 rpm.
  • Sehingga kecepatan kerja alat menyesuaikan dengan kecepatan pengayuh sepeda. Semakin cepat laju sepeda sepakin cepat maka putaran sapu yang bekerja.
  • Mahasiswa Program Studi Teknologi Manufaktur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Ahmad Triya Sanusi, mengoperasikan Rancang Bangun Sepeda Penyapu Sampah dengan Sistem Sapu Berputar di Untag Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/9/2021).

Mahasiswa Program Studi Teknologi Manufaktur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Ahmad Triya Sanusi, mengoperasikan Rancang Bangun Sepeda Penyapu Sampah dengan Sistem Sapu Berputar di Untag Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/9/2021). Sepeda sapu sampah botol yang dirancang khusus ini memiliki manfaat ganda. Selain bisa untuk olahraga gowes juga untuk membersihkan sampah botol plastik yang kerap ditemui dijalanan khususnya pedesaan.

Inovasi ini bekerja dengan memafaatkan putaran roda untuk menggerakkan tiga poros yang dihubungkan oleh pulley type A dengan ukuran 10 in dan 2,5 in yang terhubung dengan sabuk v-belt sepanjang 1117,6 mm dan 1244 mm dengan output putaran poros sapu 460 rpm. Sehingga kecepatan kerja alat menyesuaikan dengan kecepatan pengayuh sepeda. Semakin cepat laju sepeda sepakin cepat maka putaran sapu yang bekerja.

Berkat inovasi ini, Triya berhasil meraih predikat Tugas Akhir Menarik dari Fakultas Vokasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Triya mengaku, penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh pengamatannya pada jalanan di desa. Ia melihat beberapa jalan di desa yang memiliki jalan lebar, namun sekitar dua meter ada beberapa sampah botol plastik berserakan.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top