Mendaki Gunung Merekam Keajaiban Leluhur

  • Tim Ekspedisi Ubaya bersama Juru Pelihara (Jupel) menata dan merekam reruntuhan Candi Watugede di bukit Gunung Kemuncup. Situs yang berada diluar jalur pendakian ini sebagian besar masih terpendam di tanah.
  • Tim Ekpedisi melihat Situs Gua Nimun yang baru ditemukan beberapa tahun lalu. Penamaan Gua Nimun sendiri berasal dari penemunya yakni Juru Pelihara bernama Nimun yang bertugas dikawasan tersebut.
  • Tim Ekpedisi melihat Situs Gua Nimun yang baru ditemukan beberapa tahun lalu. Penamaan Gua Nimun sendiri berasal dari penemunya yakni Juru Pelihara bernama Nimun yang bertugas dikawasan tersebut.
  • Situs dengan relief Gajah ini berada tepat di puncak Gunung Kemuncup. Disini pendaki bisa berisitirahat dan merekam keajaiban leluhur.
  • Situs dengan relief Gajah ini berada tepat di puncak Gunung Kemuncup. Disini pendaki bisa berisitirahat dan merekam keajaiban leluhur.
  • Kondisi Gua Modin masih terlihat hampir sempurna. Gua ini berada dilereng Gunung Kemuncup yang aksesnya tidak terhiat, sehingga harus dikawal oleh juru pelihara karena tertutup oleh pepohonan.
  • Kondisi Gua Modin masih terlihat hampir sempurna. Gua ini berada dilereng Gunung Kemuncup yang aksesnya tidak terhiat, sehingga harus dikawal oleh juru pelihara karena tertutup oleh pepohonan.
  • Gua Manu ini juga berada diluar jalur pendakian. Untuk mencapai Gua ini pendaki harus merangsek ke jalur kuno yang sudah dipakai oleh umum.
  • Candi Umpak Wolu ini berada jauh dari Gunung Kemuncup. Candi ini menjadi bonus pendaki yang hendak turun usai bermalam di lembah gunung.
  • Candi Umpak Wolu ini berada jauh dari Gunung Kemuncup. Candi ini menjadi bonus pendaki yang hendak turun usai bermalam di lembah gunung.
  • Tim Ekspedisi Ubaya menapaki tangga Candi Umpak Wolu dengan berjalan miring. Tatanan tangga seolah menyampaiakan pesan kesopanan saat naik dan turun Candi.
  • Ukiran Candi Wayang masih terlihat jelas. Candi ini berada dilembah antara Gunung Penanggugan, Bekel dan Gajah Mungkur.
  • Ukiran Candi Wayang masih terlihat jelas. Candi ini berada dilembah antara Gunung Penanggugan, Bekel dan Gajah Mungkur.
  • Untuk bermalam, pendaki bisa menggelar tenda di tebing atau lembah datar. Sebelum memutuskan camp, pendaki harus memastikan ketersediaan air karena tidak ada sumber air.
  • Untuk mengunjungi situs di Gunung Kemuncup, Tim Ekspedisi harus melewati jalur khusus yang dipandu oleh Juru Pelihara.
  • Untuk mengunjungi situs di Gunung Kemuncup, Tim Ekspedisi harus melewati jalur khusus yang dipandu oleh Juru Pelihara.
  • Juru Pelihara Situs mengamati perbukitan untuk menentukan jalur menuju situs di Gunung Kemuncup
  • Tim Ekspedisi Ubaya bersama Juru Pelihara (Jupel) menata dan merekam reruntuhan Candi Watugede di bukit Gunung Kemuncup. Situs yang berada diluar jalur pendakian ini sebagian besar masih terpendam di tanah.

Gunung selalu menjadi primadona bagi para pendaki. Apalagi jika gunung tersebut memiliki ketinggian yang spektakuler. Bagi para pendaki, menapaki medan setapak yang terkadang tidak mudah dilalui adalah tantangan tersendiri. Ekspresi penuh bangga dan puas tercurah ketika para pendaki sukses menaklukkan gunung hingga puncaknya.

Namun pengalaman berbeda bakal ditemui jika pendaki berhasil menaklukkan jalur ekstrem Gunung Kemuncup. Gunung setinggi 1238 Mdpl yang masih menjadi bagian dari Gunung Penanggungan ini menyimpan banyak kekayaan peninggalan leluhur. Dibalik jalurnya yang ekstrim, di Gunung Kemuncup ini terpendam banyak situs purbakala yang masih terpendam dan belum banyak diketahui oleh orang.

Saat tiba di puncak, para pendaki bakal disambut oleh satu situs purbakala berupa Situs Panji atas Gajah. Para pendaki bisa berisitirahat, merekam dan merenungkan keajaiban orang-orang dahulu bagaimana mengukir bebatuan menjadi relief yang sarat makna tersebut. Setelah puas di puncak, pendakian bisa dilanjutkan ke situs-situs lainnya. Hanya saja, untuk mengetahui situs lain seperti Gua Nimun, Gua Mudin, Gua Manu hingga Candi Umpa Wolu, harus dipandu oleh Juru Pelihara situs berharga yang bertugas ditempat itu lantaran medan jalan yang dilalui sudah keluar dari zona pendakian umum.

Pendakian Gunung Kemuncup, Hutan Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Jawa Timur ini bisa ditempuh melalui pos Tlogo dan pos Desa Kunjorowesi. Untuk mendapatkan pengalaman dan melihat situs lebih banyak, pendaki bisa bermalam di lembah antara Gunung Penanggungan, Gunung Bekel dan Gajah Mungkur. Keesokan harinya bisa turun dan melihat sejumlah situs hingga tiba di perkampungan Dusun Genting, Desa Watonmas Jedong, Kabupaten Mojokerto.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top